Tinggalkan Komentar

APA KHABAR MUSIK POP DAERAH TIMOR?

Tony Pereira dalam sebuah Klip Lagu

Berbicara tentang music pop daerah timor ada dua nama yang serta merta muncul dalam benak saya. Pertama Tony Parera. Penyanyi kawakan dari belahan timur tanah timor ini sudah lama dikenal masyarakat luas lewat lagu-lagunya yang berbahasa Tetum, dawan maupun bahasa Indonesia. Karakter suara tenornya yang melankolis begitu lekat di hati banyak orang NTT. Hingga sekarang ini lagu-lagunya terus mengalami produksi ulang dan diputar dalam pesta-pesta pernikahan di pedalaman tanah timor.

Sius Otu dalam sebuah Klip Lagu

Yang kedua adalah Sius Out. Penyanyi berdarah Amanatun TTS ini lebih tampil dengan usahanya menyanyikan syair-syair bonet orang timor dengan arrangement pop. Ia begitu lekat dengan nuansa orang Timor TTS dan hingga sekarang meluaskan partiturnya hingga ke dawan amarasi berkolaborasi dengan penyanyi-penyanyi asli daerah tersebut.

Selain kedua penyannyi di atas, artis-artis lainnya dating dan pergi menghiasi panggung music pop daerah NTT. Sebut saja Lorens Amaunut dari Kefa, Manek Babulu dari Belu Atambua dan beberapa lainnya. Kegairahan mereka  menyanyikan lagu-lagu hiburan terutama untuk keperluan pesta-pesta dansa sangat membantu masyarakat kecil di pedalaman untuk menyajikan pilihan music pada saat-saat pesta. Ada beberapa hal yang ingin saya catat di sini mengenai kualitas bermusik mereka. Anggaplah ini sekedar koment dari seorang pendengar music amatiran yang Cuma senang doang menikmati music tanpa pernah berupaya seperti mereka. Tentu saja mereka ini orang –orang hebat yang telah berjasa untuk perkembangan music pop daerah. Namun tentu saja suara pendengar dan penikmat pun perlu menjadi bahan acuan bagi mereka demi perkembangan music pop daerah yang semakin menghibur dan semakin popular.

Beberapa fenomena yang dapat diperhatiakn dari music-musik pop daerah Timor itu adalah sebagai berikut.

Pertama: music pop sebagai bisnis industry hiburan. Tak dapat disangkal, salah satu hal yang menjadikan music pop jatuh kualitas adalah selera pasar. Para produser tergoda untuk melayani kebutuhan masal sehingga kadang-kadang soal kualitas diaabaikan demi memenuhi kuantitas. Ini masih terjadi. Misalnya ketika ada permintaan untul lagu jai, sert amerta LA dan Sius Out pun pontang-panting menggubah lagu dengan irama jai. Kedengarananya menjadi lucu rithme jai dari style box muxsic arranger dipaksakan untuk mengiringi syair yang kadang tidak bertepatan sama sekali dengan isinya. Kadang pula syair yang isinya seharusnya sangat sedih  diiringin dengan rhytm dance yang membuat orang berdansa dansai tanpa peduli dengan keluhan sang penyanyi.

Apakah ini salah?

Tidak salah. Soal selera, mungkin kau bilang begitu. Namun hemat saya sesuatu yang artifisial memang punya kekurangan. Bunga plastic pasti memiliki banyak kelebihan antara lain awet dan tahan lama disbanding dengan bunga asli, bahkan bisa jadi lebih indah dari bunga asli, tapi toh namanya juga bukan bunga (hei, apa analogi ini tepat? Entah). Analogi lainnya, kalau kita berusaha meniru gerak-gerik orang lain, biasanya kelihatan lucu bukan. Saya merasa perkembangan music pop di tanah Timor tercinta mirip seperti itu. Alih-alih, para pendengar bisa merasakan music asli, (melodi, ritme khas) kita justru dijejali dengan style ala saji dari keyboard  dengan syair berbahasa daerah. Tidak seni! Walau sangat menghibur! Oke, memang di satu pihak hiburan bisa jadi bukan seni sama sekali, dan seni bisa saja sangat tidak menghibur. Apakah music itu untuk memenuhi selera orang banyak? Tergantung  mana yang kau pilih: Dolce et utile, atau l’art pour l’art?

Idealnya dua-duanya sejalan. Oke, kita tunggu pemusik-pemusik Timor, generasi berikutnya (Om Sius tolong ko kaderisasi do ah!)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 431 pengikut lainnya.