Sungai di Timor Kini Merana

Sungai Noelmina

Bulan oktober hampir selesai. kemarau di Timor sudah mencapai titik puncak. Meski pada awal oktober lalu sempat terjadi hujan deras di beberapa kawasan, namun kekeringan ini sudah terlampau parah. Timor sedang meranggas.

Ada dua sungai besar di Timor yang mulai berkurang debitnya. Kekeringan dua sungai ini memberikan dampak serius bagi kebutuhan air untuk pertanian di sepanjang daerah aliran dua sungai ini. Sungai Benain (biasa disebut sungai Benenain) yang memiliki panjang sekitar 135 kilometer membentang dari kawasan Gunung Mutis di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) hingga bagian selatan Kabupaten Belu. Sungai ini juga merupakan muara dari 74 sungai di Kabupaten TTU dan Belu.

Sementara Sungai Noelmina berhulu di kawasan Mutis Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan bermuara di Kabupaten Kupang. Sungai ini memiliki panjang sekitar 97 km. Dua sungai ini merupakan sungai utama di daratan Timor.

Selain itu terdapat pula Sungai Termanu di Kabupaten Kupang yang memiliki panjang 51 km, Sungai Muke 45 km dan Sungai Mena 33 km. DAS Noelmina dan Benanain di Pulau Timor yang merupakan DAS terbesar di NTT.

Lebih dari itu, dua sungai ini memiliki hulu yang sama yaitu di kawasan puncak Gunung Mutis. Sungai Benain, hulunya terdapat di Desa Bonleu yang mengalir ke Belu, Sungai Noelmina hulunya terdapat di Desa Nenas, Kabupaten TTS yang mengalir ke Kupang dan bermuara di TTS bagian selatan. Selain itu, beberapa sungai juga memiliki hulu di kawasan Mutis, yaitu Sungai Noelfael, hulunya terdapat di Desa Nuapin dan Sungai Noelbessi yang berhulu di Desa Tasinifu.

Meski dua sungai ini terbesar di NTT, bahkan selalu meluap pada musim hujan, itu tidak berarti debir air sungai ini tetap stabil pada musim panas. Rata-rata debit air di dua sangai ini mencapai 5.000 liter perdetik. Tetapi pada musik kemarau bisa kurang hingga 50 persen, bahkan bisa tinggal 100 liter per detik. Akibatnya, sejumlah areal persawahan tidak bisa ditanami padi karena kekeringan.

Sungai Noelmina yang memiliki lebar bisa mencapai 1 km, pada musik hujan biasanya hampir terisi penuh. Ketinggian air bisa mencapi tiga hingga empat meter. Sebaliknya pada puncak musim kemarau seperti saat ini, air di dua sungai tersebut hanya menyerupai genangan-genangan kecil atau aliran kecil di tengah kawasan sungai. Bahkan, sungai terlihat kering bila dilihat dari kejauhan.

Hal yang sama juga terjadi pada Sungai Benain. Sungai yang selalu menyebabkan ganas dan banjir di Selatan Kabupaten Belu itu terlihat tidak berdaya pada musim kemarau. Kemarau panjang yang akibat fenomena el nino ini pun kini membuat dua sungai terbesar di NTT ini merana.

Kepala Balai Pengelola (BP) Daerah Aliran Sungai (DAS) Benain dan Noelmina, Edi Setiawan, yang didamping stafnya, Siamin, yang ditemui di Kantor BP DAS Benain Noelmina, Selasa (8/9/2009), menjelaskan debit air di dua sungai tersebut kini tinggal 50 persen saja. Bahkan, debit air yang sangat kecil tersebut membuat air tidak lagi mengalir dan terlihat dalam bentuk genangan kecil di sepanjang sungai tersebut. “Sungainya sudah hampir kering, bahkan hanya terlihat dalam bentuk spot- spot saja,” jelasnya. Ini menunjukkan, bahwa sumber-sumber mata air dari dua sungai ini sudah tidak mengalirkan air lagi ke sungai tersebut.

Tahun lalu, kekeringan yang sama juga terjadi pada sungai- sungai ini. Kekeringan di DAS Noelmina menyebabkan areal persawahan yang ditanami hanya 3.200 hektar dari total areal 10.196 ha di Bena. Hal yang sama juga kemungkinan terjadi lagi pada tahun ini bila langkah-langkah antisipasi tidak dilakukan sejak awal.

Merananya dua sangai ini ikut membuat tanah Timor merana. Penebangan hutan yang tidak terkendali, mengelola lahan lahan tebas bakar ikut memberi andil terus berkurangnya debit air yang menghidupi jutaan penduduk Timor Barat ini.

Kawasan Mutis Ladang Gembala

SUMBER air untuk Sungai Benain dan Nolemina berasal dari kawasan Mutis. Bagian barat Mutis merupakan kawasan hulu Sungai Nolemina dan bagian timur merupakan hulu Sungai Benain. Selain itu, kawasan utara dan selatan Mutis juga menjadi hulu beberapa sungai.

Kawasan Mutis merupakan kawasan yang dapat disebut sebagai jantung bagi sistem kehidupan ekosistem tersetrial di Timor Barat, bahkan seluruh Pulau Timor. Dalam catatan Petrus Tengko (2005, staf pada Balai Konservasi dan Sumberdaya Alam, Kupang) kawasan Mutis merupakan daerah tangkapan air (water catchment area) yang sangat penting dan vital bagi Pulau Timor, khususnya bagi Daerah Aliran Sungai (DAS) Benain yang berhilir di Kabupaten Belu dan sebagian Timor-Timur serta Noelmina yang berhilir di Kabupaten Kupang.

Terus rusaknya kawasan hutan Mutis, terutama oleh akibat kebakaran lahan, merupakan salah satu andil berkurangnya daya tangkap lahan terjadap air hujan. Air yang tidak terserap langsung mengalir ke daerah rendah dan tidak tertampung dalam tanah.

Kepala Balai Pengelola (BP) Daerah Aliran Sungai (DAS) Benain dan Noelmina, Edi Setiawan, yang didamping stafnya, Siamin, yang ditemui di Kantor BP DAS Benain Noelmina, Selasa (8/9/2009), menjelaskan, kebiasaan masyarakat di kawasan Mutis yang mengembalakan ternak di kawasan hutan Mutis menjadi salah satu penyebab terus rusaknya dan tidak berkembangnya tanaman di kawasan itu.

Menurut Siamin, kebiasaan mengembalakan ternak dalam kawasan hutan menyebabkan tanaman yang baru tumbuh tidak mendapat kesempatan untuk bertumbuh menjadi besar. Akibatnya, tanaman yang ada adalah pohon-pohon besar. Padahal tanaman baru ini juga diperlukan menjadikan hutan lebih lebat dan tentunya akan berpengaruh pada proses penampungan air tanah. “Kawasan Mutis ini masih dijadikan kandang-kandang liar. Jadi ternak sapi ini digembalakan di dalam kawasan hutan, sapi-sapi ini memakan tumbuhan yang baru tumbuh,” jelasnya.

Menurutnya, perlu ada langkah-langkah untuk memberikan pengertian pada masyarakat bahwa mengembalakan sapi dalam hutan memiliki pengaruh pada ekositem hutan tersebut. (alf)

via .:: POS KUPANG | Media Menuju Masa Depan – Sungai di Timor Kini Merana ::..

 

About these ads

About Patris Allegro

native Timorese, clasiccal-music lover, existensialist on the street....

Posted on Oktober 29, 2011, in Refleksi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Apa kok sungainya sedikit aja,apa lagi gunungnya nih :p :p :p :p :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Shitmen System

Ata pupu ta'an to'u. Iki lewo soga tana

Benyamin Lakitan

Research, Technology, and Innovation +Photography

FORESTER'S BLOG

JALAN - JALAN DI HUTAN

Nona's Life Journal

Smile, what's the used of crying?

ariesadhar.com

sebuah perspektif sederhana...

Matt Thomas Photography

Personal photographic website/blog looking at Action Sports, Portraiture, Landscape and Travel photography

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Seneng Utami

Kekuatan dalam Kesederhanaan

Yuki Hikaru

just another wordpress site

PERCETAKAN CV. NADA GROUP - JAKARTA

Percetakan | Komputer | Desain Grafis | Foto Copy | ATK | Penjilidan Dll Open 24 Jam Nonstop

Duniaku

You Can Do More Than You Can Imagine

senibenni

berkarya dalam bentuk rupa

@NotedCupu Mahasiswa "Imigran"

Terkadang Pemikir, Terkadang Gak, Terkadang Edan | #NotedCupu

KEMBARA KEHIDUPAN SEORANG THEOFILUS NATUMNEA

"Melayani dengan Setulus Hati"

Return to Rai Ketak

Ruminations on Timor my (once) island home

ManaShines

Sharing Ideas about Anything,..

Dg Situru'

catatan refleksi & pemikiran

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.370 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: