Timor Leste: Antara Gereja dan Negara

“A força da Igreja ou poder de um bispo”
(= Kekuatan Gereja atau kuasa seorang Uskup)

Tasitolu, Dili, East Timor

Tacitolu Beach via Wikipedia

Judul di atas adalah judul artikel dalam bahasa Portugis, yang ditulis oleh wartawan Lusa, Antonio Sampaio, yang dimuat dalam harian “Timor Post”, tanggal 21 Mei 2002 halaman 22. Karangan ini mendapat tanggapan yang sangat keras dari Mgr. Carlos Filipe Ximenes Belo, SDB, melalui surat tertanggal 21 Mei 2002 yang ditujukan kepada perwakilan Lusa di Dili, dengan tembusan kepada 1) para imam, religious dan umat beriman Keuskupan Dili; 2) Kuasa Usaha Portugis di Dili; 3) Direktor “Timor Post”dan; 4) Para pimpinan pemerintahan Timor.

Uskup menilai bahwa karangan merupakan: “um artigo cheio de insultos e da falta educação. Um artigo contra o Povo Timorense e contra os católicos de Dili” (= Suatu karangan yang penuh dengan penghinaan dan kurang mendidik. Suatu karangan yang melawan rakya Timor dan umat Katolik Dili). Kemudian beliau menuntut “agar perwakilan Lusa atau pengarang artikel itu diusir dari Timor”(O seu representante ou autor do artigo acima citado deveria ser corrido de Timor). Surat Uskup ini kemudian dimuat dalam harian “Timor Post”, tanggal 23 Mei 2002 halaman 6).

Apa isi karangan?

1. Akibat puluhan tahun tertutup dan terisolir dari dunia luar, Gereja katolik sebagai lembaga diakui mempunyai pengaruh yang besar di kalangan rakyat Timor.
2. Pengaruh ini menjadi semakin kuat justru pada masa perlawanan terhadap pendudukan Indonesia. Gereja menjadi suatu pilar kuat bagi masyarakat, yang mampu menggerakkan masyarakat dst. Pengaruh atau kuasa ini disuburkan pula oleh tradisi masyarakat yang patriarkat dan paternalistis.
3. Diakui pula, – dalam konteks sosiologis semacam itu -, peranan Gereja sangat menentukan pula dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, misalnya lewat usaha-usahanya untuk menggalang kekuatan bagi kemerdekaan (= “”a consolidar a independência”) sampai pada memajukan rekonsiliasi dan kesatuan nasional (= “ate para promover a reconciliação e a unidade nacional”).
4. Warisan kuasa Gereja itu bermula sejak awal bangsa Portugis mengawali pemerintahannya, dan yang sangat tergantung pada struktur Gereja. Walaupun pada jaman Indonesia, pengaruh atau kuasa itu sedikit menderita tetapi sebenarnya tidak pernah menyusut bahkan lebih menguat. Kebijakan pemerintah RI jaman itu yang mengharuskan orang memilih agama, mengakibatkan 90% rakyat sekarang beragama Katolik dan membuat pengaruh Gereja kepada rakyat semakin kuat pula.
5. Jaman Portugis, jumlah umat katolik diperkirakan kurang lebih hanya 25%. Sebagian terbesar ialah penganut animisme. Walaupun secara quantitatif jumlah penganut animisme merosot, tetapi dalam praktek keagamaan tidak demikian. Ada gejala paralelistis, misalnya dalam penyamaan penghormatan antara “lulik (= yang keramat)”dalam animisme dan “sagrado”(=yang kudus) dalam agama katolik, penghormatan para arwah, dan antara “Deus”(= Allah) katolik dengan “Maromak” (= roh/yang transenden) dari animisme (= As semelhanças entre o “lulik”do animismo e o “sagrado”do catolicismo, a veneração dos mortos e as parecenças entre o “Deus”Católico e o espírito animista, o “Maromak”, reforçaram a vivência paralela).
6. Diakui oleh banyak orang bahwa menguatnya pengaruh Gereja Timor seiring dengan pengangkatan Dom Ximenes Belo menjadi administrator apostolik menggantikan tokoh kharismatik yang sangat dikagumi rakyat ialah Dom Martinho da Costa Lopes. Tetapi harus diakui pula bahwa masa jabatan sebagai uskup Dom Ximenes Belo diawali dengan penolakan pastor-pastor paroki, yang lebih condong kepada Dom Martinho Lopes dan tak memilihnya sebagai uskup. (O bispado de Ximese Belo começou da pior maneira, com a sua nomeação para o cargo – por decisão do próprio Vaticano – a deixar descontentes grande dos parócos timorenses, que, ao contrário do que aconteceu com Dom Martinho Lopes, não puderam eleger o novo bispo)
. 7. Para pimpinan masyarakat Timor juga mengakui bahwa Dom Basilio do Nascimento, uskup administrator apostolik diosis Baucau, lebih terbuka terhadap animisme dan praktet-praktek tradisional. Walaupun sekarang beliau kuasanya masih kecil (= Dirigentese timorenses reconhecem que Dom Basilio do Nascimento, responsável pela Segunda diocese de território, Baucau, sempre se mostrou mais aberto ao animismo e às pràticas tradicionais. Ainda que tenha claramente menos poder)

Bagaimana reaksi masyarakat?

Bishop Carlos Belo, winner of the 1996 Nobel P...

Bishop Carlo Belo via Wikipedia

1. Dalam siaran pers lewat RTP 1 (Radio Televisão Portugal 1), 23 Mei 2002 sore, Menteri Luarnegeri Dr. Ramos Horta menjamin bahwa pemerintah RDTL tak akan mengusir wartawan keluar dari Timor, karena tulisannya. (Tahun lalu Dr. Ramos Horta pernah punya gagasan untuk menggantikan nama jalan “Avenida do Bispo Medeiros” dengan nama yang lebih nasionalis. Gagasan langsung diserang oleh Mgr. Belo, dengan alasan sejarah dan peranan Gereja dalam perjuangan).
2. Tanggal 24 Mei 2002, harian “A Voz de Suara Timor Lorosae”, halaman 1, Dr. Mari Alkatiri, Perdana Menteri, menjamin kebebasan pers. Baginya kebebasan adalah alasan perjuangan demi negerinya (“Posso garantir a communicação social terá liberdade neste pais porque nós lutámos para isto, para que haja liberdade de pensamento, de expressão, de informação”). Tentang Dom Ximenes Belo, ia memberi komentar khusus bahwa cukup lama beliau berada di dalam kekangan Indonesia tetapi tahu bahwa perlunya informasi yang bebas(“Ele viveu sim a falta de liberdade no tempo indonésio masi do que qualquer um de nós. Ele sabe o quanto custa ter uma informação livre”.)
3. Persatuan Wartawan Timor (= Sindicato dos Jornalistas) dalam pernyataan pers yang dimuat dalam harian “Timor Post”, halaman 6, menyesalkan terhadap reaksi Dom Ximenes Belo (= Sindicato dos Jornalistas lamenta reacção de D. Ximenes Belo).
4. Beberapa imam yang mengalami atau mengikuti ataupun terlibat dalam sejarah perjuangan Timor selama lebih dari 25 tahun ini, mengatakan kepada saya bahwa apa yang ditulis oleh wartawan Lusa itu benar, tetapi waktunya tidak tepat. Kita sedang dalam masa kemerdekaan dan bekerja keras untuk mewujudkan rekonsiliasi dan damai, tetapi tulisan itu mengungkapkan kembali peristiwa yang menyakitkan (penolakan para pastor terhadap penunjukkan Uskup Belo dan membandingkan beliau dengan uskup sebelumnya dan uskup Baucau).

Apa yang dinilai melawan rakyat Timor dan tidak mendidik? Kemungkinan besar pada kalimat-kalimat ini:

1. As semelhanças entre o “lulik”do animismo e o “sagrado”do catolicismo, a veneração dos mortos e as parecenças entre o “Deus”Católico e o espírito animista, o “Maromak”, reforçaram a vivência paralela..
2. O bispado de Ximese Belo começou da pior maneira, com a sua nomeação para o cargo – por decisão do próprio Vaticano – a deixar descontentes grande dos parócos timorenses, que, ao contrário do que aconteceu com Dom Martinho Lopes, não puderam eleger o novo bispo.
3. Dirigentese timorenses reconhecem que Dom Basilio do Nascimento, responsável pela Segunda diocese de território, Baucau, sempre se mostrou mais aberto ao animismo e às pràticas tradicionais. Ainda que tenha claramente menos poder.

Komentari:

1. Kini Gereja Timor dan Pemerintah RDTL sedang mencari relasi yang pas agar dapat bekerjasama untuk membangun masyarakat Timor secara utuh. Masing-masing masih harus belajar jati diri, missi dan wewenangnya. Adanya friksi antar dua lembaga, yang dipicu oleh sikapnya terhadap tulisan wartawan Lusa.
2. Tulisan wartawan Lusa memang menunjukkan kejelian investigasi dan kebebasan berpendapat. Bagaimana tetang ketepatan waktu publikasinya? Bagaimana dengan nasihat Paulus, agar kita menyampaikan kebenaran Injil “oppotune et inopportune”?.
3. Kuasa apapun juga dan dimana pun juga, spiritual, ekklesial dan juga sekular, setiap kali perlu direfleksi dan terbuka untuk akuntabitas kepada masyarakat atau umatnya.

Dili, 25 Mei 2002

Joseph Ageng Marwata SJ

About these ads

About Patris Allegro

native Timorese, clasiccal-music lover, existensialist on the street....

Posted on Januari 8, 2012, in Politik and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

mbojosouvenir™

SPESIALIS TEMPAT BIKIN JAKET, KAOS, HOODIE, VARSITY, CARDIGAN, BLAZER, KEMEJA, PIN, MUG UNTUK KELAS DAN ANGKATAN

mtmaulana

Positive Thinkring Positive Spirit

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Shitmen System

Ata pupu ta'an to'u. Iki lewo soga tana

Benyamin Lakitan

Research, Technology, and Innovation +Photography

FORESTER'S BLOG

JALAN - JALAN DI HUTAN

Nona's Life Journal

Smile, what's the used of crying?

ariesadhar.com

sebuah perspektif sederhana...

Matt Thomas Photography

Personal photographic website/blog looking at Action Sports, Portraiture, Landscape and Travel photography

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Seneng Utami

Kekuatan dalam Kesederhanaan

Yuki Hikaru

just another wordpress site

PERCETAKAN CV. NADA GROUP - JAKARTA

Percetakan | Komputer | Desain Grafis | Foto Copy | ATK | Penjilidan Dll Open 24 Jam Nonstop

Duniaku

You Can Do More Than You Can Imagine

senibenni

berkarya dalam bentuk rupa

@NotedCupu Mahasiswa "Imigran"

Di Bawah Lindungan AC Yang Terkutuk| #NotedCupu

KEMBARA KEHIDUPAN SEORANG THEOFILUS NATUMNEA

"Melayani dengan Setulus Hati"

Return to Rai Ketak

Ruminations on Timor my (once) island home

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.381 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: