Arsip Blog

KAESMETAN SAMADENGAN ORANG NOEMUTI?

Sebuah Nama Dan Tanda Pengenal

Portrait of a Timor warrior at the area of Kup...

Portrait of a Timor warrior at the area of Kupang in 1875 from report of expedition of German SMS Gazelle (Photo credit: Wikipedia)

Setiap kelompok manusia mempunyai tanda pengenalnya tersendiri, yang berbentuk kata atau karakter atau sifat – sifat tertentu. Penduduk seluruh kecamatan Noemuti secara politis atau paroki Noemuti secara religius dikenal dengan sebuah sebutan yang hingga masih kuat melekat pada diri masyarakat itu secara pribadi pun keseluruhan. Dalam kalangan orang Noemuti dikenal istilah kaesmetan, maksudnya orang terpelajar berkulit hitam. Bila di Timor orang mendengar sebutan itu, maka kelompok yang dimaksudkan adalah kelompok orang Dawan berdialek Noemuti (bdk. Middelkoop, P.: Migration of Timorese Groups and Questions of the Kase Metan or Overseas Black Foreigners. IAE, no. 51 / 1968, 95 dst). Sering juga orang Timor menggunakan istilah Putalgis, yang artinya bangsa Portugis, walaupun di antara mereka istilah itu tidak pernah digunakan. Tetapi dengan menyebut istilah Portugis Hitam orang mengingat sekelompok prajurit pada masa penjajahan Portugis di Timor, yang memiliki keunggulan tertentu. Mereka itu lebih banyak disapa sebagai orang asing hitam atau dalam istilah Dawan disebut kaesmetan. Menyebut nama itu berarti menyinggung sebuah perpaduan yang pernah terjadi dalam sejarah pejajahan bangsa Portugis, yakni soal kawin mawin. Orang mengenal istilah Eurasia, yang dimaksudkan dengan campuran darah Eropa dan Asia, adalah sekelompok manusia, yang lahir dari perkawinan antara orang (laki – laki) Portugis dan wanita – wanita penduduk asli.

Haga menulis bahwa kelompok itu muncul karena aliansi antara para penjajah pertama dan  sahabat – sahabatnya, yang kemudian disebut oleh penjajah berikutnya yakni Belanda dengan nama Portugis Hitam, yang lebih banyak ditemukan dalam nama atau diindentikkan dengan da Costa. Marga ini juga dikenal dalam kalangan penjajah sebagai kepala para pemberontak.  Lebih dari itu dikatakan bahwa banyak orang Portugis, yang menggabungkan diri dalam karya misi lewat perkawinan memperoleh hubungan persahabatan dengan suku – suku asli. Dari perkawinan itu muncullah ras baru, yang disebut oleh para ahli sejarah dengan nama Black Portugies. Jadi kelompok baru bersama dengan keturunannya membentuk diri untuk memperoleh kemerdekaan dari takhta Portugis, yang dipimpin oleh da Costa, yang dikenal sebagai pemberontak. Perbedaan yang ada di sini adalah antara keturunan dan sekutu. Pada bagian lain dikatakan bahwa kelompok Kaesmetan, baik yang di Solor maupun di Timor, semua mereka dikenal sebagai musuh Belanda waktu itu.

Berkaitan dengan itu Middelkoop menyampaikan pikiran lain bahwa apa yang disebut Kaesmetan atau Orang Asing Hitam tidak identik dengan black Portugies. Karena marga da Costa, yang dimata penjajah Belanda waktu itu fikenal sebagai kepala pemberontak, adalah pemimpin di Noemuti, mempunyai moyang seorang Portugis, yang menikah dengan putri dari raja Ambenu, yang memiliki warna kulit sawo matang (selanjutnya tentang Black Portugis bisa baca dalam Middelkoop: Migrations of Timorese Groups and Question of ther Kase metan or Overseas Black Foreigners. Leiden 1968, 100 – 104).

Istilah Kaesmetan sering juga diganti dengan istilah Topasses, yang oleh Prof. Boxer disebut sebagai ‘pada dasarnya mereka itu halbblut / halfbreed atau campuran’. Mereka itu dinamakan oleh Belanda sebagai Topasses atau PortUgis hitam. Bertolak dari pengertian yang sama, orang menyebut juga kelompok Eurasia dan orang – orang kristenasli di India, malaka dan Batavia. Karena mereka selalu mengenakan topi sebagai tanda pengenal atau kekhasannya, maka mereka diberi julukan Hatman.

Leupe, A.P. memberikan perincian pernyataan khusus  bahwa ‘adalah kenyataan bahwa baik orang putih  maupun hitam (Portugis) keduanya sama – sama menyebabkan banyak kesulitan, yang tidak bisa disangkal. Dan Orang Noemuti diidentikkan dengan orang Portugis hitam (kaesmetan), di mana mereka berdiri sendiri dan tidak berada di bawah pengawasan Gubernur Portugis. Mereka itu sudah lama diakui oleh Portugal sebagai kelompok sendiri, yang hidup tanpa raja dan hukum, dibawah pimpinan ‘General Tanenti’, yakni da Costa-Ornay.

Sementara itu Heijmering mengatakan bahwa boleh jadi penjajah pertama bekerja sama dengan orang Portugis hitam itu memberontak melawan Gubernur Portugis (putih). Ada pernyataan lainnya yang membenarkan apa yang disinyalir Heijmering bahwa Gubernur (putih) Portugis bernama Don Pedro Mello mulai berperang melawan kelompok Portugis Hitam pada tahun 1733. Kelompok Portugis Hitam itu sendiri ditafsir berbeda – beda oleh berbagai ahli. Heijmering misalnya mengatakan bahwa kelompok itu diduga dua orang asing yang melarikan diri antara dua kelompok dan membentuk kelompok sendiri.

Terlepas dari upaya untuk memahami isi dari Kaesmetan atau Black Portugies itu, ada semacam ciri khas, yang diberikan kepada kelompok itu. Bahwa anggota kelompok itu tahu membaca, menulis, lancar berbicara bahasa melayu, dan pintar menyanyi. Walaupun pernyataan tersebut akhirnya harus ditinjau kembali, namun tanda pengenal Kaesmetan sudah melekat dan identik dengan orang Noemuti.

(Oleh: Andreas Tefa Sa’u)

 

Segores Tinta Coemi

Just everything about something unique, valuable, and wonderful

..just a journal of an ancient knowledge

xenology - astrology - meta science - ocultism - local wisdom

TISYA PUNYA

Apapun yang terjadi, Nikmatilah~~

DEEDEE

Love & Expression

VatiKos Theologie

Bible Theology Spirituality

ignatia esti sumarah

Just another WordPress.com weblog

For Christ and the Church

The official blog of Father Christopher Roberts

damdubidudam

setiap kata punya makna

mbojosouvenir™

SPESIALIS TEMPAT BIKIN JAKET, KAOS, HOODIE, VARSITY, CARDIGAN, BLAZER, KEMEJA, PIN, MUG UNTUK KELAS DAN ANGKATAN

mtmaulana

Positive Thinkring Positive Spirit

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Shitmen System

Ata pupu ta'an to'u. Iki lewo soga tana

Benyamin Lakitan

Research, Technology, and Innovation +Photography

FORESTER'S BLOG

JALAN - JALAN DI HUTAN

Nona's Life Journal

Smile, what's the used of crying?

ariesadhar.com

sebuah perspektif sederhana...

Matt Thomas Photography

Gloucestershire based Extreme Action Sports, Commerical, Portraiture and Travel photographer

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.464 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: