Arsip Blog

History of immigration from East Timor

Warga Ex Timtim di Kupang Timur

The first intake of over 600 Portuguese and Timorese arrived in Australia after evacuation from Portuguese Timor during World War II. Almost all (562) were repatriated to Portuguese Timor from Newcastle in late 1945.

In 1975, civil and political unrest during the struggle for independence from Portugal, and concern about invasion by Indonesia, caused thousands to flee. Of the many who were evacuated to Darwin, 1,647 became permanent residents in Australia.

Over the next decade the East Timor-born community in Victoria increased from 367 in 1976 to 2,784 in 1986. Most were refugees, many of whom had been living in Portugal before being sponsored by family members in Victoria, under the Special Humanitarian Program.

Between 1990 and 1997, a further 1,004 East Timorese immigrants arrived in Australia under the Special Assistance Category. These immigrants, some of whom came from Portugal, were also sponsored by family members in Australia. Another 1,360 who arrived on tourist visas then applied for permanent residency, motivated by family reunion and the desire to escape from the occupying Indonesian forces. Many settled in Victoria, but were not counted in censuses during the 1990s.

In 1999, a referendum saw 78% of East Timorese vote for their full independence from Indonesia. This sparked violence in East Timor, and resulted in many seeking refuge in Australia. Over 4,000 East Timor-born immigrants were granted extended residency in Australia in late 1999.

In 2006 Victoria recorded the highest population of East Timor-born immigrants in Australia, with 5,014 in total. The community comprises two distinct groups: Timorese, who comprise both mestizo and indigenous Timorese, and ethnic Chinese. Each group has a distinct ancestry, language and culture, but both are active members of East Timorese community life.

The majority of East Timor-born migrants can be found in the municipalities of Yarra, Casey and Greater D

diambil  dari SINI

Berikut terjemahannya dalam bahasa Tetum:

 

An East Timorese man in traditional attire, in...

An East Timorese man in traditional attire, including tais mane (Photo credit: Wikipedia)

Hodi uluc halai tama ema 6oo recik, Portugueses e Timorenses to’,o’ iha Australia durante segunda Guerra mundial e ema besik (562) maka simu ordem hodi fila ba Timor Portugues hoci Newcastle iha fim de 1945.

Iha fali 1975 golpe civil e politica ema terus durante iha funo porque Portugal fo’ indenpendencia ba Timor, portanto Timor oan hodi taauk tamba invasão, Indonesia, acontece que ema rihun ida recik maca tuir ro’ mackdili, tama iha Darwin, e ema 1.647 maka hetan residencia permanente iha Australia.

Iha periodu tinan sanulu nia laran komunidade Timor oan iha Victoria aumenta husi 367 (atus tolu nen nulu resin hitu) iha tinan 1976 (rihun ida atus sia hitu nulu resin nen) ba 2,784 (rihun rua atus hitu walu nulu resin hat) iha tinan 1986 (rihun ida atus sia walu nulu resin nen). Mayoria refugiadus, barak liu mak sira nebe hela uluk iha Portugal molok sira nia membru familia iha Victoria sponsor sira (bolu sira mai) tuir Programa Especial Humanitario nian.

Iha tinan 1990 (rihun ida atus sia-sia nulu) no 1997 (rihun ida-atus sia-sia nulu resin hitu) nia laran, emar imigrantes Timor oan hamutuk 1,004 (rihun ida i hat) tama tan iha Australia tuir Kategoria Asistencia Especial nian. Imigrante sira ne’e, sira balu nebe mak mai husi Portugal, mos hetan sponsor husi sira nia membru familia iha Australia. Seluk tan, hamutuk 1,360 (rihun ida atus tolu nen nulu) nebe mak tama Australia usa visa turista hafoin mak hatama aplikasaun ba permanente residencia, ho motivasaun reuni familia no hases an/halai husi forsa okupasaun Indonesia nian. Sira barak mak hela metin iha Victoria, maibe la konta iha recenseamentu durante tinan 1990 (rihun ida atus sia-sia nulu) nia laran.

Iha tinan 1999 (rihun ida atus sia-sia nulu resin sia), resultadu referendum hatudu katak Timor oan purcentu 78% (hitu nulu resin walu) vota atu hetan independencia total husi Indonesia. Ne’e hamosu violensia iha Timor Loro Sa’e, no halo Timor oan barak mak halai buka protesaun hanesan refugiadu iha Australia. Emar imigrante Timor oan ho numeru liu 4,000 (rihun hat) hetan garantia extensaun residencia iha Australia molok tinan 1999 remata.

Iha tinan 2006 Victoria hetan numeru populasaun imigrante Timor oan a’as liu iha Australia, hamutuk hotu 5,014 Komunidade ne’e inklui grupu distintu rua: Timor oan, nebe mak inklui mestizo no Timor rai nain, ho Timor Chinesa. Grupu ida-idak mai husi bei-ala ketak-ketak, koalia lian no kultura ketak-ketak, maibe grupu rua ne’e hotu membru aktivu iha komunidade Timor nia moris.Mayoria imigrantes Timor oan sira ne’e, ita bele hetan iha municipalidade Yarra nian, Casey no Greater Dandenong no iha bairro/suburbio Broadmeadows no Footscray nian.

JASMERAH: Negara Timor Raya?

Ketika akhirnya Belanda menyerahkan dokumen-dokumen sejarah tanah Timor muncul banyak komentar dari putera-putera Timor Agaknya sentimentalime ketimoran dan triumfalisme masa lapau masih kuat membekas di hati sang penulis berikut ini:

Akhirnya Belanda mulai membuka kejelasan sejarah bangsa Timor tempo doeloe dengan membeberkan dan bersedia menyerahkan dokumen-2x tentang “NTT”. Sudah pasti di dalam dokumen-dokumen tersebut tersimpan sejarah kerajaan-kerajaan Timor sebelum kehadiran kekuatan-kekuatan kolonial (Portugal dan Belanda) di pulau Timor. Ini merupakan aset penting bangsa Timor yang sudah sepatutnya dijaga dan disosialisasikan ke masyarakat Timor Barat pada umumnya dan khususnya rakyat pulau Timor, termasuk Timor Leste.

Sudah jelas bahwa didalam dokumen tersebut sejarah antara Timor Barat dan Leste tidak terpisahkan dan saling berkaitan satu sama yang lainya. Suatu hal, dimana akan semakin mempertegas kesatuan kebangsaan rakyat Timor yang terwujud dalam satu interdependensi historis yang erat, menjadi terpisahkan setelah adanya kehadiran kolonialis asing dan dilanjutkan oleh negara boneka ciptaan Nederland yaitu “Republik Indonesia“. Dengan demikian, untuk merestaurasikan kembali sejarah bangsa Timor sebelum kehadiran potensi kolonial di pulau Timor maka dengan ini perlu dipikirkan dan direnungkan secara mendalam dengan berdasarkan pada berbagai bukti-bukti sejarah yang semakin lama semakin konkrit, mengenai pembentukan dan penyatuan kembali bangsa Timor dalam satu wadah negara kesatuan Timor Raya yang terbentang dari ujung pulau Timor yaitu pulau Jako; Lautem sampai ke akhir pulau Timor, Kupang. Kepada seluruh anak Timor keturunan kerajaan besar WEWIKU/ WEHALI, mari kita bersama-sama memperjuangkan berdirinya Republik Timor Raya. Simbol keperkasaan bangsa Timor dengan mengakhiri pendudukan kolonialis abad XX yaitu Republik Boneka Indonesia yang telah lama menduduki tanah tumpah darah bangsa Timor dengan representasi kaum Jawa penjajah dan perampok kekayaan tanah Timor.

English: A Continuation of a Voyage to New Hol...

Rute pelayaran kolonial Belanda di Timor

Hidup Negara Republik Timor Raya!!!

Nih orang yang tulis sih ga tahu kalau Indonesia sudah merdeka 66 tahun… he he he :)

via Gatra.Com :: Komentar Anda.

Segores Tinta Coemi

Just everything about something unique, valuable, and wonderful

..just a journal of an ancient knowledge

xenology - astrology - meta science - ocultism - local wisdom

TISYA PUNYA

Apapun yang terjadi, Nikmatilah~~

DEEDEE

Love & Expression

VatiKos Theologie

Bible Theology Spirituality

ignatia esti sumarah

Just another WordPress.com weblog

For Christ and the Church

The official blog of Father Christopher Roberts

damdubidudam

setiap kata punya makna

mbojosouvenir™

SPESIALIS TEMPAT BIKIN JAKET, KAOS, HOODIE, VARSITY, CARDIGAN, BLAZER, KEMEJA, PIN, MUG UNTUK KELAS DAN ANGKATAN

mtmaulana

Positive Thinkring Positive Spirit

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Shitmen System

Ata pupu ta'an to'u. Iki lewo soga tana

Benyamin Lakitan

Research, Technology, and Innovation +Photography

FORESTER'S BLOG

JALAN - JALAN DI HUTAN

Nona's Life Journal

Smile, what's the used of crying?

ariesadhar.com

sebuah perspektif sederhana...

Matt Thomas Photography

Gloucestershire based Extreme Action Sports, Commerical, Portraiture and Travel photographer

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.464 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: