Arsip Blog

“Kure”, Paskah Silangbudaya Timor-Portugis di Noemuti

Don Da Costa Usif Noemutti

Selain Prosesi Semana Santa di Larantuka yang sudah kesohor di seantero jagat, adapula tradisi Paskah lainnya di NTT, yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Ritual Paskah, hasil silang budaya Timor dan Portugis itu terjadi di Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Setelah kejatuhan Sonbai di Timor Barat, daerah Noemuti menjadi daerah enclave topasses (Portugis Hitam). Rumah-rumah adat yang dahulunya dimaksudkan untuk mengamankan istana Richardus Luis Sonbai, oleh orang Portugis Hitam dijadikan tempat penyimpanan barang-barang kudus(patung, salib, buku, rosario, dan sebagainya). Selanjutnya pada waktu Paskah, rumah-rumah adat ini dijadikan tempat prosesi doa yang disebut Kure. Sebuah prosesi doa yang unik, karena sehabis berdoa disetiap rumah adat (umemnasi) setiap kelompok diberi hadiah buah-buahan, tebu, minuman, dan sebagainya. Hingga sekarang prosesi ini masih terus dilaksanakan ketika Pesta Paskah.

Mengenang sejarah masuknya agama Katolik dari Portugis di Pulau Timor di daerah setempat, ribuan warga warga merayakan tri hari suci Paskah secara tradisional dengan budaya Portugis. Salah satu peninggalan para imam Fransiskan dalam misi penyebaran iman Katolik adalah dengan menempatkan patung – patung kudus dan benda – benda devosional ini  diikuti dengan sebuah tradisi penumbuhan iman doa bergilir dari rumah doa adat ke rumah adat lainnya ( ume uisneno ) saat tri hari suci paskah. Tradiri doa bergilir ( kulture religi ) memasuki Tri Pekan Suci bagi umat Katolik dilaksanakan pada malam Kamis Putih dan malam jumat Agung sebagai rangkaian memperingati raya Paskah ini disebut Tradisi Kure.  Perpaduan ritual Paskah secara modern (misa dipimpin pastur) dan tradisional warga belasan suku ini, oleh warga disebut ‘Kure’.

Prosesi ini diawali dengan pengambilan air dan batu oleh anggota suku di sungai Noemuti untuk membersihkan patung-patung Maria dan Yesus yang dibawa dari Portugis sejak pertama kali bangsa itu datang ke Pulau Timor pada abad ke-15.

Kemudian anggota suku menyerahkan persembahan seperti uang, buah-buahan, sayuran, sirih dan pinang untuk nanti kemudian dipersembahkan bagi Allah dan nenek moyang mereka.

Selanjutnya persembahan tersebut akan dibagikan kepada peziarah, kelompok doa dan pengunjung yang mengikuti prosesi Kure itu di beberapa rumah yang sudah dipersiapkan khusus yang diberi nama rumah Tuhan atau dalam bahasa setempat disebut ‘Ume Usineno’, sebagai tanda pemberian rahmat kekuatan lahir batin dari Allah dan nenek moyang.

“Kure itu adalah istilah dalam bahasa Latin yaitu berdoa sambil mengunjungi keluarga-keluarga yang pada jaman dahulu menerima agama Katolik, Berdoanya juga dilakukan secara singkat dan mereka hanya meminta kekuatan roh Allah dan nenek moyang mereka yang telah menerima datangnya agama Katolik. Dan budaya ini sudah berlangsung lama sejak datangnya Portugis di Noemuti,

Acara ditutup dengan arak-arakan ribuan orang dengan membawa sisa-sisa dekorasi dan hiasan yang dipasang di rumah adat 18 suku, menuju ke sungai untuk dibuang. Ritual ini bermakna simbolis pelepasan segala bala, sial, dan dosa yang dalam bahasa setempat disebut ‘Sefmau’. Acara ini sekaligus menjadi akhir ritual Kure.

via “Kure”, Ritual Paskah ala Portugis di TTU – KOMPAS.com.

senibenni

berkarya dalam bentuk rupa

@NotedCupu Mahasiswa "Imigran"

Terkadang Pemikir, Terkadang Gak, Terkadang Edan | #NotedCupu

KEMBARA KEHIDUPAN SEORANG THEOFILUS NATUMNEA

"Melayani dengan Setulus Hati"

Return to Rai Ketak

Ruminations on Timor my (once) island home

ManaShines

Sharing Ideas about Anything,..

Dg Situru'

catatan refleksi & pemikiran

Seluz Fahik's Blog

Here I go... Can't stop writing now!!

Gusndut Belog

catatan tak bernilai

Nunna Lita

i'm a little physic holic with big dreams, love n imaginations :)

White Chrysant

As white as a white love

Forum SoE Peduli

"Manekat Neu Pah Timor"

Musafir MSF

Misionaris Keluarga Kudus - Provinsi Kalimantan

IKATAN KELUARGA KATOLIK SUMATERA UTARA

DOA, PERSAUDARAN DAN CINTA KASIH

arintacerita

suka cerita suka jalan-jalan

Alfons Sebatu

Just another Alfons Sebatu's activities

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Rona Lembayung Senja

Menemukan Hikmah, Ilmu dan Segala Amal Sholeh

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.220 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: