Arsip Blog

Museum Timor Timur di TMII

The Main Building of Museum Indonesia in Taman...
The Main Building of Museum Indonesia in Taman Mini Indonesia Indah, East Jakarta. The building was designed in traditional Balinese architecture. Bahasa Indonesia: Bangunan utama Museum Indonesia yang berarsitektur tradisional Bali. Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. (Photo credit: Wikipedia)

Museum Timor Timur berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah dan terletak di sebelah utara Istana Anak-Anak Indonesia, menghadap ke selatan arah Museum Prangko Indonesia. Semula Museum Timor Timur adalah Anjungan Daerah Timor-Timur yang dibangun tahun 1979 dan diresmikan 20 April 1980 oleh Presiden Soeharto. Setelah Provinsi Timor Timur berpisah dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan membentuk negara sendiri, anjungan ini menjadi suatu monumen dan menjadi tanggung jawab pengelola TMII. Sebagai monumen, Anjungan Timor Timur kemudian berstatus museum di bawah pengelolaan Istana Anak Anak Indonesia.

Museum seluas 4.988 m² menampilkan rumah penduduk Los Palos, terdiri atas sebuah bangunan utama dan beberapa bangunan pendukung. Bangunan utama disebut uma lautem atau dagada, berupa rumah panggung dengan empat tiang tiga meter di atas permukaan tanah, berbentuk segi empat dengan atap ramping menjulang. Atap berlapis ijuk, berdinding kayu, dan dilengkapi banyak jendela yang berfungsi sebagai penerangan di siang hari. Aslinya, balok utama menggunakan kayu besi, sedangkan tiang menggunakan kayu eucalyptus yang diikat dengan tali dari rotan.

Di dalam uma lautem dipamerkan barang-barang khas Timor Timur, berupa peralatan makan, busana adat, senjata tradisional, alat musik tradisional, hasil kerajinan, serta perlengkapan lain seperti anyaman dari daun tal, keramik atau manatutu, kain tenun khas Timor Timur (tais), serta aneka keong dari Pulau Atauro. Juga dipajang foto-foto yang memperlihatkan keindahan alam, antara lain pantai pasir putih dan sebuah monumen berupa patung Kristus Raja dan foto-foto lain yang mengingatkan bahwa Timor Timur pernah menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bangunan pendukung uma laku berupa bangunan panggung kembar beratap bulat dan tidak berdinding. Kedua bangunan ini mengapit bangunan induk, berfungsi sebagai balai pertemuan adat, namun di Museum Timor Timur digunakan sebagai tempat istirahat bagi pengunjung.

Bangunan pendukung lain berupa panggung yang digunakan untuk pergelaran seni yang dapat digunakan oleh umum untuk acara-acara yang memerlukan pentas dan penonton duduk di lantai dasar uma lautem.

Museum Timor Timur, pada saat berstatus anjungan daerah, pernah menerima kunjungan Perdana Menteri India Naelam Sanjiva Reddy dan Nyonya pada tanggal 4 Desember 1981 dan berkenan melakukan penanaman pohon beringin persahabatan.

Related articles

senibenni

berkarya dalam bentuk rupa

@NotedCupu Mahasiswa "Imigran"

Terkadang Pemikir, Terkadang Gak, Terkadang Edan | #NotedCupu

KEMBARA KEHIDUPAN SEORANG THEOFILUS NATUMNEA

"Melayani dengan Setulus Hati"

Return to Rai Ketak

Ruminations on Timor my (once) island home

ManaShines

Sharing Ideas about Anything,..

Dg Situru'

catatan refleksi & pemikiran

Seluz Fahik's Blog

Here I go... Can't stop writing now!!

Gusndut Belog

catatan tak bernilai

Nunna Lita

i'm a little physic holic with big dreams, love n imaginations :)

White Chrysant

As white as a white love

Forum SoE Peduli

"Manekat Neu Pah Timor"

Musafir MSF

Misionaris Keluarga Kudus - Provinsi Kalimantan

IKATAN KELUARGA KATOLIK SUMATERA UTARA

DOA, PERSAUDARAN DAN CINTA KASIH

arintacerita

suka cerita suka jalan-jalan

Alfons Sebatu

Just another Alfons Sebatu's activities

Sandry Boy Sandy

Berpikir Kritis, Menggali Kreatifitas, Tidak Pernah Mengeluh Dan Tetap Semangat, Serta Tetap Tersenyum Meski Tersenyum Dalam Kesedihan

Rona Lembayung Senja

Menemukan Hikmah, Ilmu dan Segala Amal Sholeh

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.220 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: