Arsip Blog

Penanaman Jarak di TTS: Menjadi Buruh di Rumah Sendiri

Bahasa Indonesia: Pabrik pembuatan biodisel ja...

Bahasa Indonesia: Pabrik pembuatan biodisel jarak pagar (Photo credit: Wikipedia)

Orang-orang Soe dan sekitarnya bisa jadi sangat berbangga karena sekali lagi ada investor asing yang menanam modal di sana. Sebagaimana diberitakan TIMEX, ada rencana pengembangan tanaman jarak sekaligus membangun pabriknya di Kabupaten TTS oleh PT Buana Ibunda.

Directors PT Buana Ibunda, Roland A Jensen melalui penerjemahnya, Shah Ismael kepada wartawan di SoE mengatakan, dengan rencana pencanangan penanaman anakan jarak di Kabupaten TTS hari ini, maka kedepan PT Buana Ibunda akan terus mengembangkan tanaman jarak yang ada menjadi perkebunan tanaman jarak terbesar di Indonesia bahkan untuk Asia.

Hal ini sangat berpeluang, karena disamping topografi dan lahannya mendukung, tokoh masyarakat, masyarakat TTS, pemerintah dan pihak legislatif juga turut mendukung pengembangan tersebut. Tokoh masyarakat sangat mendukung PT Buana Ibunda.

Sangat menggiurkan tentu saja. Ini lanjutan berita dari TIMEX:

Rolan Jeansen yang juga sebagai salah satu penasihat Pangeran Carles di Inggeris mengatakan, tujuan pengembangan tanaman jarak sekaligus pembangunan pabriknya di Kabupaten TTS untuk mengurangi pengangguran. Karena, akan dibutuhkan tenaga kerja kurang lebih sebanyak 600 ribu orang yang akan direkrut secara bertahap.

Selain itu, untuk mengurangi kemiskinan dengan terserapnya banyak tenaga kerja, maka dapat memperbaiki ekonomi masyarakat serta memanfaatkan lahan-lahan kritis yang belum dimanfaatkan. Menurut Rolan Jeansen, tanaman jarak buahnya akan diolah menjadi bahan bakar, tidak saja untuk kendaraan, tapi juga untuk bahan bakar pesawat. Batang dan getah pohon jarak diolah menjadi obat-obatan untuk obat AIDS, kanker dan obat kulit.

Menjaga agar tanaman jarak tetap subur, Yusuf dari Sejati Biotech akan menyediakan pupuk ramah lingkungan yang mana pupuk itu tidak saja untuk penyubur tanaman, tapi bisa diminum oleh manusia untuk menjaga kesehatan tubuh. PT Buana Ibunda tetap mengharapkan kerjasama dan dukungan semua pihak dalam mendukung pengembangan usaha tanaman jarak yang direncanakan pencanangannya dilaksanakan hari ini. (r5)

Nah, beginilah proses pembangunan di negara kita Indonesia tercinta pada umumnya. Masyarakat tidak disadarkan untuk memberdayakan diri sendiri, tapi diajak untuk “menjual diri” kepada investor asing. Di TTS khususnya, setelah menjual habis jeruk, cendana, batu marmer dan mangan, kini, lahan-lahannya ikut terjual. Masyarakat di sana dengan sukarela menawarkan diri menjadi buruh yang setia, asalkan dijamin hidupnya dengan segepok uang. Kemiskinan yang parah dan berjubelnya pengangguran tidak kreatif, membuat pemerintah tergoda menjual rakyatnya kepada investor.

Pembangunan semata dipahami sebagai metode menangguk rupiah sebanyak-banyaknya. Orang-orang sibuk memperbesar “kue pembangunan”. Padahal masalahnya bukan besar kecilnya kue itu, tetapi bagaimana membagi-bagi kue itu secara adil dan merata.

Penanaman jarak sudah disetujui. Mari kita lihat saja, apakah TTS akan semakin berkembang dengan tanaman jarak ini? Saya pikir, setali tiga uang dengan PT SMR yang telah mengobok-obok lahan masyarakat TTS, dengan keuntungan semata untuk investor, dan sebagian kecil untuk pemerintah yang telah berkongkalikong. Rakyat seperti biasa, seperti anjing yang menjilat remah-remah di bawah kolong meja.

Mudah-mudahan saja, yang seperti ini tidak terjadi, di Soe tanahku tercinta!

SOE memang kaya! Tapi lebih banyak orang berpikir untuk menjualnya kepada orang lain daripada mengolahnya untuk kemakmuran sendiri. …ckckckck

via Timor Express – Cerdas dan Konsisten.

JARAHAN BERIKUTNYA: TAMBANG EMAS TIMOR

Pulau Timor merupakan bahagian dari pusat kegiatan tektonik dari busur magmatik Sunda, Banda bagian barat dan timur, yang menunjukan tempat bertemunya tiga lempeng tetonik besar (Hamilton, 1979). Pulau Timor  merupakan bagian dari sistem busur banda bagian dalam dan terbentuk di dalam rangkaian kepulauan – pegunungan.

Seperti halnya bagian barat, bagian timur wilayah busur ini dikenal mempunyai potensi bahan galian logam yang cukup berarti terutama emas, tembaga, nikel dan mangan. Beberapa temuan mineralisasi di wilayah busur kepulauan tersebut terdapat di Sumbawa Barat – PT. Newmont Nusa Tenggara dan di Wetar – PT. Prima Lirang.

Tembaga terindikasi pada fragmen mineral limonit dan melakit yang tersebar dipermukaan pada batuan seperti chert dan batugamping, disamping pada urat kalkopirit dan pirit. Nikel dijumpai pada laterit yang mengandung kepingan halus dari mineral ”brucite” dari serpihan yang mengalami pelapukan, dan terbesar dipegunungan Fatuleu dan Amfoang Selatan dan membutuhkan survey detail dan uji deposit – kandungan.

Demikian juga mangan dari hasil analisa yang dilakukan oleh Verbeek (1908) terdapat boulder biji  mangan dengan kadar 02=85,15%, MN 02=77,83 dan Mn=51,85%, yang menyebar hampir merata dipulau Timor. Terdapat berbagai jenis mangan yang memiliki kualitas diatas rata-rata, batu mangan terdapat berbagai warna antara lain; merah, biru tua, hijau muda dan hitam (panca warna) terindikasi mineral ikutan lain yang cukup signifikan secara ekonomis.

Orang Timor boleh berbangga bahwa kekayaan alamnya bukan sekedar batu biasa tapi juga termasuk logam mulia. Ya. Emas juga ada di Timor. Bersiap-siaplah menangguk rupiah. Asal dengan santun terhadap lingkungan. Menurut perkiraan beberapa pihak termasuk hasil penelitian yang dilakukan satelit Jepang dan Amerika Serikat pada tahun 1970-an yang menunjukkan bahwa kandungan emas dan tembaga di Pulau Timor cukup signifikan secara ekonomis. Hasil foto satelit menunjukkan bahwa sekitar 200 ribu hektare diwilayah Timor mengandung potensi emas dan tembaga.

Kandungan emas diperkirakan bersumber dari urat kuarsa yang nampak mengandung sulfida pada batuan sekis amfibolit. Cekungan yang terdapat pada Gunung Fatuleu, Gunung Timau di Amfoang dan Bukit Setan di Takari tersingkap kandungan mineral emas. Sungai Keo Uni di Benu dan sungai Noe noni di desa Noun Baun adalah muara dari pecahan batuan pegunungan.

Singkapan emas ini sudah  dinikmati oleh warga sekitar secara turun-temurun dengan mendulang emas setiap musim hujan. Rata-rata mereka mendulang emas 5-15 gram/orang/hari. Peralatan tradisional yang digunakan untuk mendulang emas, adalah hoeb (wadah ceper berwarna hitam mirip potongan papan dari batu alam) mengarahkan air agar mengalir melalui lempengan hoeb. air yang meluncur bersama serpihan pasir dan material lain melalui hoeb, butiran emas bisa saja ikut mengalir bersama air. Kalau ada emasnya, pasti tertahan di atas lempengan hoeb, Mendulang emas di sungai ini untung-untungan. Ada saatnya rezeki, tapi sering pulang dengan tangan hampa.

Selain hoeb, masyarakat menggunakan juga proses pengayakan dengan tasu (kuali). Dengan memanfaatkan tasu (kuali), pendulangannya tidak membutuhkan air mengalir. Bongkahan pasir bercampur air dimasukkan ke tasu. Selanjutnya, diayak sambil perlahan menumpahkan airnya hingga menyisakan butiran pasir di bagian dasarnya. Kalau ada emas, pasti tertahan di dasar tasu itu. Emas plaser (hasil pendulangan dari sungai) berupa emas urai (butiran) atau bungkalan (bongkahan) kini dihargai Rp 300.000 per gram langsung di tempat pendulangan.

Mendulang Emas di Noenoni, foto KOMPAS

Pendulangan emas seperti di Sungai Noenoni ini sejatinya dilakukan sejak lama, tetapi nyaris tak bergema karena kawasannya yang masih terisolasi. Hingga kemerdekaan RI berusia 66 tahun, infrastruktur jalannya masih berupa jalan tanah, bahkan berupa rintisan awal. Mobil yang berani melintas hanya jenis truk atau mobil bergardan ganda.

Alasan lainnya adalah karena Timor tidak tercatat sebagai bagian dari kawasan dalam jalur berpotensi emas di Indonesia, yang bentangannya hingga sejauh 8.000 kilometer. Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral, jalur emas Indonesia merentang dari Aceh sampai Sulawesi Utara, Irian Jaya, dan Kalimantan.

Apa arti semua ini? Bersiap-siaplah sebab para pencuri sedang mengatur taktik untuk menjarah emas itu. Ya, sesudah sapi dan kerbau, menyusul cendana dan marmer, sekarang batu mangan. Akan tiba saatnya tambang emas. Lalu pada gilirannya, Pulau Timor pun musnah menyisakan borok-borok penggalian. Emangnya gue pikirin?

..just a journal of an ancient knowledge

xenology - astrology - meta science - ocultism - local wisdom

TISYA PUNYA

Apapun yang terjadi, Nikmatilah~~

DEEDEE

Love & Expression

VatiKos Theologie

Bible Theology Spirituality

ignatia esti sumarah

Just another WordPress.com weblog

For Christ and the Church

The official blog of Father Christopher Roberts

damdubidudam

setiap kata punya makna

mbojosouvenir™

SPESIALIS TEMPAT BIKIN JAKET, KAOS, HOODIE, VARSITY, CARDIGAN, BLAZER, KEMEJA, PIN, MUG UNTUK KELAS DAN ANGKATAN

mtmaulana

Positive Thinkring Positive Spirit

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Shitmen System

Ata pupu ta'an to'u. Iki lewo soga tana

Benyamin Lakitan

Research, Technology, and Innovation +Photography

FORESTER'S BLOG

JALAN - JALAN DI HUTAN

Nona's Life Journal

Smile, what's the used of crying?

ariesadhar.com

sebuah perspektif sederhana...

Matt Thomas Photography

Personal photographic website/blog looking at Action Sports, Portraiture, Landscape and Travel photography

Catatanku

Ini adalah album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu hidup. Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan.

Seneng Utami

Kekuatan dalam Kesederhanaan

Yuki Hikaru

just another wordpress site

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.440 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: