Arsip Blog

Tentang Penerjemahan Alkitab di Pulau Timor

alkitab

alkitab (Photo credit: towwwaaaa)

Sejarah penterjemahan Alkitab sudah lama berlangsung. Ada yang sudah mulai sebelum gereja hadir di dunia. Misalnya terjemahan Perjanjian Lama dari bahasa Iberani ke dalam bahasa Yunani, yang disebut Septuaginta (disingkat LXX) dikerjakan abad ke-2 SM. Terjemahan yang sudah cukup tua adalah Vulgata dalam bahasa Latin (Vulgata, ada kaitan dengan kata vulgar, artinya biasa, umum, jadi terjemahan memakai bahasa Latin yang umum dan biasa, bahasa rakyat biasa). Terjemahan ini dikerjakan tahun 382 M.

Hal yang agak luar biasa dalam perkembangan penterjemahan adalah karya teolog dan dosen di Oxford bernama John Wycliffe (1330-1384). Dengan maksud menolong orang-orang Inggeris yang tidak mengerti bahasa Yunani dan Latin, maka Wycliffe menterjemahkan Alkitab ke dalam Bahasa Inggeris (semacam bahasa daerah yang diremehkan dalam dunia internasional masa itu). Walaupun dia hidup dua ratus tahun sebelum reformasi gereja, tetapi antara lain karena usaha terjemahan ini dia sering dijuluki Bintang Fajar (Morning Star) reformasi. Luther sendiri juga pada zamannya melakuka terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Jerman, juga semacam bahasa daerah dalam dunia dan gereja berbahasa Latin zaman itu.

Belakangan otoritas gereja menganggap dia sesat (bidat). Pada tahun 1384 Wycliffe meninggal karena stroke, para muridnya meneruskan upaya Wycliffe, dan pada tahun 1384 Alkitab Wycliffe muncul. Tetapi pada tahun 1415 Alkitab Wycliffe dikutuk dan dibakar. Dan pada tahun 1428, 44 tahun setelah kematian Wycliffe, tulang-belulangnya digali dan dibakar dan abunya ditebar ke sungai.

Seorang penulis sejarah penterjemahan Alkitab, Metzger, menulis dengan nada yang amat menarik tentang peristiwa ini: Sebagaimana abu tulang-belulang Wycliffe terbawa jauh oleh arus sungai dan ke banyak jurusan dan titik demikian juga pesan dan spirit Wycliffe menyebar jauh menembusi masa pada abad-abad berikutnya.

Berbagai terjemahan ke dalam bahasa Inggeris muncul setelah Wycliffe. Salah satu penterjemah ke dalam bahasa Inggeris lainnya adalah William Tyndale (1490-1536), pengajar Universitas Cambridge. Dia berpendapat bahwa Alkitab perlu dibaca setiap orang percaya dalam bahasanya sendiri. Dia lalu menterjemahkkan Alkitab ke dalam Bahasa Inggeris.

Sempat menyelesaikan seluruh PB, tetapi dia dihukum mati tahun 1536 sebelum menyelesaikan terjemahan PL. Dia menjadi martir untuk penterjemahan Alkitab. Di kemudian hari Alkitab King James (terbit 1611) justru dikerjakan a.l dengan memakai terjemahan Bahasa Inggeris sebelumnya yang sudah dihasilkan Wycliffe dan Tyndale.

Upaya terjemahan Alkitab ke dalam bahasa suku (vernakular) di Timor sudah lama dirintis. Missionaris Belanda, Dr Middelkoop mulai terjemahan ke dalam bahasa Timor (TTS) ketika dia melayani di daerah Mollo pada tahun 1922. LAI juga melakukan upaya sejenis pada tahun-tahun 1970-an-1990-an untuk beberapa bahasa suku di NTT.

Di kalangan Gereja Katolik  nama P. Vincen Leko, SVD tak akan mudah dilupakan oleh orang Dawan. Selain Alkitab, beliau juga menerjemahkan teks-teks tata cara, doa dan nyanyian liturgi ke dalam Bahasa Dawan.

Tahun 1996 sampai sekarang di  Timor usaha terjemahan ke dalam berbagai bahasa suku dilakukan lebih gencar dengan melibatkan para penutur asli bahasa-bahasa itu. Sampai saat ini sekitar 20-an bahasa digarap. Ada bahasa yang sudah selesai seluruh PB.

Ditengah-tengah Pulau Timor, kelompok etnis terkecilpun akhirnya dapat membaca Alkitab dengan bahasa mereka sendiri.

Yang menarik adalah penterjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Melayu Kupang. Pada tahun 2004 Pdt Max Jacob menerjemahkan perumpamaan tentang penabur ke dalam bahasa Kupang Melayu. Saat dia membacanya dalam sebuah sambutan di suatu pertemuan pemimpin-pemimpin gereja, ia sangat takjub akan antusiasme mereka. Para pendeta dan pastor mengomentari betapa jelasnya itu, karena tidak membutuhkan penjelasan lebih lanjut seperti yang harus dilakukan jika membaca Alkitab dalam bahasa Indonesia.

Pengalaman ini memberikan sebuah visi untuk menerjemahkan Perjanjian Baru dan sebagian dari Perjanjian lama ke dalam Melayu Kupang . Pada waktu yang sama, terjemahan ini digunakan sebagai sumber teks untuk menerjemahkan Alkitab di lebih dari 20 bahasa lokal. Hal ini menstimulasi pengertian yang lebih mendalam di antara orang-orang Kristiani di Timor dan pulau-pulaunya.

Penerjemahan Alkitab itu telah dilakukan antara lain dalam bahasa orang Amarasi, Baikeno, Dengka, Dhao, Hawu, Helong, Kupang Melayu, Termanu, Tetun Belu, dan Tii.

The Seed Company (TSC) medukung penerjemahan ke 22 bahasa yang ada di pulau Timor. TSC menolong penerjemahan itu dengan membantu isu-isu strategis, pilihan-pilihan kata, memastikan penerjemahan sesuai dengan Ayat Suci, dan perhatian-perhatian dalam penerjemahan lainnya. Mereka juga menyediakan semangat, dukungan, dan memberikan nasihat yang diperlukan untuk tugas penerjemahan Alkitab yang besar.

Tentang terjemahan ke dalam Melayu Kupang, masih terdapat protes dari kalangan tertentu. Menurut mereka yang protes ini Alkitab tidak layak dibaca dalam bahasa Melayu Kupang. Bahasa Kupang itu intinya Bahasa Melayu dialek Kupang, sejenis Bahasa Melayu Rendah atau Melayu Pasar yang berkembang seiring pekabaran Injil di Pulau Timor.
Memindahkan Bahasa Melayu Pasar [Kupang] ke bahasa tulisan biasanya untuk intermeso atau hiburan saja. Tidak ada tatabahasa yang baku. Karena itu sebaiknya Alkitab Melayu Kupang sebaiknya tidak dibacakan dalam liturgi resmi. Cukuplah untuk bacaan sehari-hari. Untuk Orang Kupang, Alkitab versi LAi/LBB yang ada sekarang sudah memadai.

***
1. http://timorexpress.com/index.php/index.php?act=news&nid=39569 Terjemahan Alkitab dan Penguatan Kekristenan, Oleh: Ayub Ranoh
2. http://hurek.blogspot.com/2008/04/bahasa-indonesia-makin-dipinggirkan.html

Anisa Khumaira

Berbuat Lebih Baik

Twin Lover's World (Nora Panai)

Tidak Akan Ada Lagi Namamu Dalam Cerita

wisata dieng

Paradise of Indonesia

GAYO CREATIVE

Keramat Mupakat Behu Berdedale https://gayocreative.wordpress.com

Segores Tinta Coemi

Just everything about something unique, valuable, and wonderful

..just a journal of an ancient knowledge

xenology - astrology - meta science - ocultism - local wisdom

TISYA PUNYA

Apapun yang terjadi, Nikmatilah~~

DEEDEE

Love & Expression

VatiKos Theologie

Bible Theology Spirituality

ignatia esti sumarah

Just another WordPress.com weblog

For Christ and the Church

The official blog of Father Christopher Roberts

damdubidudam

setiap kata punya makna

mbojosouvenir™

SPESIALIS TEMPAT BIKIN JAKET, KAOS, HOODIE, VARSITY, CARDIGAN, BLAZER, KEMEJA, PIN, MUG UNTUK KELAS DAN ANGKATAN

mtmaulana

Positive Thinkring Positive Spirit

CATATAN CADERABDUL PACKER

Doyan Kelayapan, Backpackeran, Travelling, Moto, Coretan, Celotehan

Shitmen System

Ata pupu ta'an to'u. Iki lewo soga tana

Benyamin Lakitan

Research, Technology, and Innovation +Photography

FORESTER'S BLOG

JALAN - JALAN DI HUTAN

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.469 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: