BACA JUGA YANG INI: http://romopatris.blogspot.com/2010/05/timor-nama-dan-identitas.html
Timor adalah sebuah pulau di Indonesia, terbagi antara negara merdeka Timor Leste (Timor Timur) dan Timor Barat, yang termasuk dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur di Indonesia.
Luas Pulau Timor sekitar 30,777 km². Nama pulau ini diambil dari kata “timur”, bahasa Melayu untuk timur; dinamakan demikian karena terletak di ujung timur rantai kepulauan Sunda Kecil. Ada juga spekulasi yang menyatakan bahwa nama Timor berasal dari bahasa Latin ‘timere’ yakni nama pemberian dari para misionaris Katolik dari Portugis dan Spanyol ketika menginjakkan kaki di Nusa Cendana harum mewangi ini. Timere sendiri artinya “takut”, mungkin karena para penduduk asli lari ketakutan melihat kedatangan bangsa kulit putih tersebut.
Pada bagian selatan dan tenggara Timor terletak negara Australia. Pada sebelah barat laut adalah pulau Sulawesi dan pada arah barat ialah pulau Sumba. Pada sebelah barat-barat laut Timor adalah kepulauan Flores dan Alor, dan pada sebelah timur laut terletak Kepulauan Barat Daya, termasuk Wetar.
Timor, bersama dengan Kepulauan Sunda Kecil pada barat laut dan kepulauan kecil lainnya pada timur laut, ditutup oleh hutan kering tropika. Banyak pohon yang gugur daunnya pada musim kemarau.
Menurut mitos rakyat setempat, pulau Timor dulunya adalah seekor buaya raksasa. Mitor ini sangat kuat hidup di bagian timur. Orang Timor Leste sendiri menamakan daerahnya secara tak resmi dengan “The Sleeping Crocodille” sang buaya tidur.
Pulau Timor telah terbagi menjadi dua bahagian selama berabad-abad: Timor Barat, yang dikenali sebagai “Timor Belanda” dari tahun 1800-an hingga 1949 ketika ia menjadi “Timor Indonesia”, sebuah bahagian dari negara Indonesia yang terbentuk dari bekas Hindia Belanda; dan Timor Timur yang dikenali sebagai Timor Portugis dari tahun 1596 hingga 1975. Wilayah Timor Timur juga mencakupi kawasan yang dinamakan “Enclave Oecussi-Ambeno” di Timor Barat. [Sebelumnya bahkan mencakup wilayah Noemuti, di Timor Tengah Utara, sebagai enclave dari Ambeno!]. Belanda dan Portugis tidak menyelesaikan masalah perbatasan ini secara resmi hingga 1912.
Timor Timur (‘Tim-Tim’) menjadi sebahagian dari Indonesia tahun 1976 sebagai provinsi ke-27 setelah Gabenor Jeneral Timor Portugis terakhir Mario Lemos Pires melarikan diri dari Dili setelah tidak mampu mengawal keadaan yang pada masa itu berlakunya perang saudara.
Amerika Serikat dan Australia “merestui” tindakan Indonesia karena takut Timor Timur menjadi kubu komunisme terutama karena kekuatan utama perang saudara Timor Timur. Namun PBB tidak menyetujui tindakan Indonesia. Setelah pemungutan suara yang diadakan tahun 1999 di bawah perjanjian yang ditaja oleh PBB antara Indonesia dan Portugis, kebanyakan penduduk Timor-Timur tidak setuju dengan autonomi yang ditawarkan oleh Indonesia. Timor-Timur menyatakan kemerdekaannya pada tahun 2002 dengan sokongan luar biasa daripada PBB.
Bagi NKRI Timor adalah daerah terdepan untuk perbatasan dengan Timor Leste dan Australia. Timor kini sedang dalam geliat membenah diri. Semoga Tuhan memberkati Pulau TIMOR berserta segala isinya! Amin.



Hingga sekarang soal nama timor masih simpang siur asal katanya dari mana. Ada yg berspekulasi asalanya dari melayu (timur), atau timere dari latin misalnya….Timor bisa saja diambil dari kata “Temuru” bahasa fataluku (bahasa yang dipakai di distrik Lospalos atau Lautem). “Temuru” artinya musim tanam…mungkin karena bangsa portugis lidahnya cukup sulit menyebut temuru jadi ya timor…misalanya mereka menyebut Lospala atau lolospala (original) menjadi Lospalos…Lauteinu menjadi Lautem (nama distrik)….
wah, informasi yang menarik…di bagian Timor Barat, jarang ada spekulasi yang berhubungan dengan bahasa setempat. makasih atas kunjungannya..
hingga generasi sekarang ini yg penuh dengan alat moderen namun sebagian org timor masih dibodohi oleh org2 yg ingin berkuasa di wilayah timor dan sedikit org timor yg sadar namun belum menyatakan tekat untuk mengejar kebodohan itu,,,org timor asli itu disebut to’a sikiki hae’ keo’. sampai sekarang org timor itu belum punah dan dikejar oleh org2 luar timor untuk dibodohi
memang menyedihkan. beruntung kalau orang timor sendiri sudah punya kesadaran untuk mengejar ketertinggalan. Terimakasih atas kunjungan ke sini
Sebenarnya, Timor itu satu,,,portugal n belanda sendiri yg membakikan,,,,kalo tidak kita sudah satu negara,,,ahaha,,anyway,,,,hidup didaratan sama,,,masih,,saudara and kolega,,,nice web,,,bro,,,,
betul sekali saudara, hanya memang kita tak sanggup mengubah sejarah. Ya, beda negara juga ga apa-apa kok… yg penting kita tetap bersaudara
Makasih atas kunjungannya ke sini. Salam kenal!
Walaupun Timor Sudah Terbagi,,Namun Hati Orng Timor Masih Tetap Satu,,,Nekaf Mese Ansaof Mese,,( Timor Ida Deit )
Setuju, nekaf mese ansaof mese tala ntea nabal-bal!
Teringat kembali di pulau timor…11 tahun saya di Dili-Timtim dan 1 tahun di Oecussi,setelah merdeka kami sekeluarga hijrah ke kefamenanu selama beberapa bulan dan sempat merasakan hiruk-pikuknya kota kupang yg katanya “metropolitan” nusa tenggara sebelum akhirnya kami semua benar2 menetap di pulau jawa dan kembali ke kampung halaman kami. Jujur, saya cinta pulau timor mulai dari tanahnya,udaranya yg sejuk (kefa,noemuti,soe,camplong),keakraban penduduknya,kepolosan warganya tentang kebaikan,dan satu lagi disana benar2 membuat saya nyaman tanpa satu kali pun saya merasa cemas…terimakasih kolega,karena anda memori saya kembali terbuka dan ingin kembali kesana.
Semoga sukses Selalu
Terimakasih, tanah Timor tetap menanti …:)