KURBAN MISA DAN IMAMAT

Sekarang, ini ada begitu banyak definisi tentang imam, yang dapat kita temukan seiring dengan bermunculan ribuan kamus yang dicetak. Namun dalam Gereja Katolik, imam ada hanya untuk satu tujuan utama: untuk merayakan Kurban Misa.

Karena itu benarlah bahwa, tanpa imamat, tidak hanya akan ada Kurban Misa tapi juga tidak akan ada Gereja Katolik. Hal ini mungkin terdengar aneh, bahkan eksotis. Namun kenyataannya adalah bahwa Allah menjadi manusia untuk mengorbankan diri-Nya di kayu Salib dengan wafat bagi keselamatan dunia. Setelah sekali wafat di Kalvari, Dia terus mengurbankan diri-Nya dalam setiap kurban Misa sehingga benar-benar bahwa Dia akan bersedia mati setiap kali kurban Misa dirayakan.

Tidak mungkin melebih-lebihkan identifikasi ini. Gereja Katolik ada terutama bahwa Kurban Misa dapat terus dirayakan dari ribuan altar setiap hari, bahkan sampai akhir zaman. Benar, Yesus mati hanya sekali secara fisik. Tapi setiap kali Misa dirayakan, Ia siap dan bersedia untuk mati dan mengurbankan hidup-Nya bagi keselamatan dunia.

Tidak mungkin untuk membesar-besarkan pentingnya mengidentifikasi Kristen dengan Salib. Umat manusia mulai berdosa sejak zaman manusia pertama Adam dan Hawa; terus berbuat dosa selama berabad-abad di setiap bagian dunia. Kita bisa mengatakan bahwa Allah bisa saja jauh sebelumnya menghancurkan dunia karena dosa, namun itu tak terjadi karena sesungguhnya Kurban Misa telah dirayakan dari ribuan altar di dunia.

Orang mungkin bertanya-tanya mengapa Gereja Katolik sangat menekankan pentingnya Misa, atau mengapa Katolik didorong untuk aktif dalam Misa, tidak hanya seminggu sekali, tapi bahkan setiap hari. Bagi mereka yang memiliki iman, alasannya jelas.

Untuk mulai menghargai pentingnya imamat Katolik, pertama-tama kita harus memahami tragedi dosa dari manusia pertama sampai hari ini.

Dunia telah diselamatkan dari hukuman yang setimpal karena Allah telah menjadi manusia, mati di kayu Salib di Kalvari untuk menebus manusia berdosa. Tetapi kematian-Nya di Kalvari telah berulang, dan sedang diulang setiap kali Misa yang dirayakan.

Tapi kemudian kita mengajukan pertanyaan yang paling penting: apa yang membuat Misa bisa menyelamatkan manusia? Jawabannya, karena kematian Kristus di Kalvari secara harfiah diulang dalam setiap Misa yang dikurbankan pada altar Katolik di seluruh dunia. Ini bukan sekedar retorika. Ini adalah kebenaran harafiah! Tanpa kurban Misa, murka Allah telah lama menghapuskan umat manusia karena begitu besarnya dosa manusia.

Betapa pentingnya Misa! Tetapi tidak ada Misa tanpa imamat. Itulah sebabnya Kristus melembagakan Sakramen imamat, untuk memastikan bahwa pengorbanan-Nya di Kalvari akan diperbaharui dan diulang dalam setiap Misa sampai akhir zaman. Begitu pentingnya Misa yang dirayakan pada ribuan altar setiap hari. Tanpa Ekaristi, dunia telah lama hancur karena dosa-dosa.

Itulah makna mendasar dari Kurban Misa; kurban harian di seluruh dunia yang menjamin belaskasih Allah dalam menghadapi dunia yang penuh dosa.

About aklahat

Lahir dan besar di pedalaman Timor Tengah Selatan, tinggal dan bekerja di pinggiran Kota Kupang.

Posted on Januari 13, 2011, in Refleksi, Teologi. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. betul teman! Oleh krna itu, ekariti adalah sumber dan puncak hidup gereja dan imam mndapat tmpat dan penghargaan trsendiri dlm gerja pd khususx dan seluruh umat manusia pd umumnya. Maka brbahagialah para imam krna kita diselamatkan dn menylamatkan dgn merayakan ekaristi.

  2. Ouu, benar sekali, kawan… mari kita saling mendukung. Kalau diingat kembali,perjalanan menuju imamat memang sulit juga ya, tapi benar-benar sengsara membawa nikmat, seperti judul salah satu novel zaman Balai Pustaka ha ha ha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: