Pondok Pesantren Miftahudin Oe-Ekam

 

Sejarah berdirinya pondok pesantren Miftahudin Oe-Ekam, sangat erat kaitannya dengan sejarah masuknya Islam di pedalaman kabupaten Timor Tengah Selatan. Sejarah itu bermula dari keputusan Gabrial Isu, camat Amanuban Timur, menganut Islam. Keputusan tersebut ternyata diikuti oleh seluruh keluarga dan masyarakat yang loyal kepadanya, sehingga menimbulkan gelombang masuk Islam secara besar-besaran di Aban Timur. Paling tidak tercatat 15 ribu orang yang mengikuti jejak Gabrial Isu masuk Islam.

Namun, karena situasi politik tidak menentu, akibat peristiwa pemberontakan PKI tahun 1965, menyebabkan tidak seorangpun yang berani membela dan membina para muallaf tersebut. Baru pada 1969, pimpinan nasional misi Islam mengirim beberapa orang muballigh untuk berkeliling daerah Timor Tengah Selatan guna berdakwah sambil membina para muallaf.

Setelah bertemu dengan Gabrial Isu yang kemudian berganti nama Gunawan Isu. Mssi Islam mengundang camat Aban Timur ke Jakarta. Ia didampingi seorang pedagang pendatang dari Ujung Pandang (Bugis), H. Abdul Gani untuk menceritakan perkembangan Islam di NTT tersebut.

Dari paparan problematika pembinaan kaum muallaf tersebut, beberapa pihak menawarkan beasiswa kepada Gunawan Isu, agar mengirimkan para muallafnya belajar di berbagai pondok pesantren di Jawa Timur. Dari 15 orang muallaf yang diminta, ternyata yang mendaftar lebih dari 15 orang, sehingga diputuskanlah untuk mengirim 17 orang.

Sementara proses pembinaan muallaf terus dilakukan, selama 33 tahun juga terjadi gelombang deislamisasi. sehingga umat Islam menyusut lebih dari 50%. Fenomena ini yang membuat 17 muallaf yang belajar di pesantren Jawa Timur tersebut prihatin. Setelah menamatkan pendidikannya, beberapa di antara mereka bergabung dan pada 1993 mendirikan pesantren.

Pesantren ini diberi nama “Pondok Pesantren Miftahuddin”. Selain untuk menjawab de-Islamisasi, berdirinya pesantren itu juga merupakan kristalisasi cita-cita Drs. Moh. Tamrin Manu sejak masih di bangku pendidikan. Ia berfikir hanya lewat pondok pesantren, upaya pembinaan dan pengenalan terhadap nilai-nilai Islam akan efektif dan efisien. Dengan pesantren gelombang deislamisasi akan dapat dihambat. Sebab orang meninggalkan Islam karena kurangnya pemahaman dan pengetahuannya tentang Islam itu sendiri.

Lahirnya pondok pesantren Miftahuddin diawali dengan berdirinya Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Timor pada tahun l982 di Bandung, Jawa Barat. Setahun kemudian organisasi ini ditingkatkan statusnya menjadi Yayasan Kesejahteraan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Timor (IPMAT). Barulah 10 tahun kemudian, tepatnya tahun 1993 berdirilah Pondok Miftahuddin Oe-Ekam di kecamatan Aban Timur kabupaten Timor Tengah. Yayasan itu yang kini yang mengelola pesantren tersebut.

=============================================

Nama Pondok Pesantren
Pondok Pesantren Miftahudin Oe-Ekam

Alamat
Oe-Ekam, Aban Timur
Timor Tengah Selatan, 85572
NTT, Telp. (0388) 81063

Pendiri
Drs. Moh. Tamrin Manu, Moh. Akhyar B Liunokas
Drs. Ali Tatang Sone, Moh. Ali Yudha, dan Usman Sole

Tahun Berdiri
1993

Pimpinan
Drs. Moh. Tamrin Manu

Jumlah Santri
141 orang

Jumlah Guru/Ustadz
14 orang

Ciri Khas/Kajian Utama
Nahwu, Sharaf, Bahasa Arab, Inggris dan Al Quran

=============================================

Perkembangan Pontren

Pesantren yang terletak di pinggir jalan raya, ibukota kecamatan Aban Timur, selama tujuh tahun sejak berdiri, terus melaksanakan pembangunan sarana fisik. Pesantren yang terletak di areal tanah seluas 16 hektar, kini memiliki sarana dan prasarana, sebuah gedung permanen 7 X 8 meter dengan kapasitas 3 ruang kelas untuk MI, sebuah balai pertemuan permanen 8 X 16 meter dan sebuah mushalla permanen 9 x 9 m. Selain itu juga, dua buah asrama semi permanen untuk putra dan putri, tujuh buah rumah sehat untuk pimpinan guru dan pegawai tata usaha, sebuah jamban sekolah permanen dan penambahan 3 lokal ruang belajar 7 X 21 meter sedang dalam penyelesaian.

Ke depan pesantren ini juga akan membangun sebuah masjid dan sebuah mushalla, satu unit perkantoran dan kelas tambahan, empat lapangan olah raga, ruang UKS, 2 ruang kantor pengurus santri, sebuah gudang, 2 ruang pos keamanan, satu unit ruang komputer dan fotocopy, serta satu unit ruang rapat.
Sedangkan secara non fisik, pondok pesantren Miftahuddin juga mengukir keberhasilan di bidang akademik. Misalnya tahun ajaran 1998/1999, MI menduduki peringkat II peraih DANEM tertinggi untuk kelompok Madrasah Ibtidaiyah sewilayah-nya. Begitu pula pada tahun 1999/2000. MI juga menduduki peringkat IV sewilayah-nya.

Di samping itu, sejak berdirinya hingga saat ini, pondok pesantren Miftahuddin sudah empat kali berturut-turut mempertahankan juara umum MTQ tingkat kabupaten, dan meloloskan Qori kanak-kanak pada MTQ tingkat nasional pada tahun 1999 di Jakarta. Kemudian pada tahun 2000 berhasil merebut juara III MTQ tingkat Propinsi untuk tiga kategori yakni, qori kanak-kanak, qoriah remaja dan Qori dewasa.

Ciri khas Pontren

Pondok Pesantren Miftahuddin memberikan prioritas pengkajian kitab-kitab kuning kepada para santrinya. Prioritas itu tujuannya untuk mengadakan pembinaan dan meningkatkan kemampuan membaca, memahami serta mengembangkan berbagai aspek ajaran Islam yang terkandung dalam kitab Salaf. Sasarannya adalah penguasaan gramatika (Nahwu Sharaf).

Pesantren ini merencanakan untuk membentuk lembaga pengkajian kitab salaf dengan tujuan untuk mengadakan pembinaan dan peningkatan kemampuan membaca, memahami serta mengembangkan berbagai aspek ajaran Islam yang terkandung di dalamnya. Praktek pengajaran lembaga pengembangan kitab salaf pondok pesantren Miftahuddin dilakukan melalui pengajaran harian khusus kitab salaf, pengajaran kitab salaf di madrasah dan penugasan.

Disamping itu, pesantren juga memiliki lembaga pengembangan Al Quran, lembaga ini bertujuan mendorong santri agar mempunyai minat yang besar dan kemampuan membaca Al Quran secara fasih dan merdu, mampu menulis dengan benar dan indah, memahami dan meyakini kebenaran isi kandungannya, serta dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun target yang ingin dicapai oleh lembaga tersebut agar santri memiliki :

  1. Kemampuan membaca
  2. Penguasaan dibidang tajwid
  3. Kemampuan menghafal Al Quran sesuai dengan target masing-masing kelas
  4. Menguasai kemampuan qiro’ah, agar bisa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan STQ maupun MTQ baik tingkat kabupaten, propinsi maupun nasional.

Untuk mendukung lembaga ini tenaga pengajarnya adalah para alumni dari pondok pesantren Darunnajah, Matha’ul Anwar, Gontor Ponorogo, Lembaga llmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) dan IAIN Sunan Gunung Jati, Bandung.

Disamping itu Pesantren ini juga memiliki lembaga pengembangan bahasa. Adapun yang menjadi penekanan adalah bahasa Arab dan Inggris. Adapun target yang ingin dicapai oleh lembaga ini, agar para santri memiliki :

  1. Kemampuan membaca (MaharatuI Qiro’ah/Reading skill)
  2. Kemampuan menulis (MaharatuI Kitabah / Writing Skill)
  3. Kemampuan berbicara (MaharatuI Muhadatsah / Conversation)
  4. Kemampuan mendengarkan (Fahmu Masmu/ Listening)

Untuk Program jangka menengah santri harus mampu menggunakan bahasa Arab dan Inggris di lingkungan pondok pesantren. Sedangkan untuk jangka panjang, penguasaan dua bahasa tersebut agar bisa dipakai sebagai modal dasar bagi santri dalam menuntut ilmu ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, pesantren Miftahuddin juga mendidik Hafidz dan Hafidzah dengan target agar santri mampu menghafal ayat tertentu untuk shalat. Sedangkan untuk tujuan jangka menengah dan panjang santri diharapkan mampu menghafal Juz Amma dan Al Quran.

Dalam mengelola lembaga pengembangan bahasa ini, tenaga pengajarnya terdiri dari seorang alumni Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta 1986. Ia pernah mengajar pada pondok pesantren Mathla’ul Anwar Lampung tahun 1989 dan pondok pesantren Al Ishlah Banten tahun 1992. Ia mengajar bahasa Arab dan Inggris. Khusus bidang studi bahasa Inggris pesantren ini juga dibantu tenaga pengajar alumni Universitas Nusa Cendana dan seorang alumni pondok pesantren Gontor. Sedangkan untuk bahasa Arab dibantu oleh seorang alumni dari pesantren Darunnajah yang juga pernah mengabdi guru madrasah ibtidaiyah Ar Rahmah Cibubur.

Penyelenggaraan Pendidikan

Dewasa ini pondok pesantren Miftahuddin Oe-Ekam memiliki dua lembaga pendidikan formal yakni, madrasah ibtidaiyah dan sebuah madrasah tsanawiyah. Siswa madrasah ibtidaiyah (MI) berjumlah 50 orang dan madrasah tsanawiyah (MTs) berjumlah 51 orang. Sedangkan tenaga pengajar MI berjumlah 7 orang, terdiri 3 orang lulusan Sl, 2 orang lulusan D2 dan dua orang lulusan SLTA. Sedangkan jumlah tenaga pengajar pada MTs, berjumlah 7 orang dengan kualifikasi pendidikan, 3 orang lulusan Sl, 2 orang lulusan D2 dan 2 orang lulusan SLTA.

Selain pendidikan formal, pesantren ini juga menyelenggarakan pendidikan non formal antara lain: pengajian Al Quran, pembinaan Qiroah dan pengkajian kitab. Sedangkan kegiatan eksta kurikuler meliputi, kursus bahasa Arab dan Inggris, majelis taklim dan keterampilan menjahit.

Ekonomi dan Pemberdayaan

Pondok pesantren Miftahuddin juga menyelenggarakan kegiatan ekonomi, untuk menunjang dana operasional pondok. Pesantren ini memiliki koperasi pondok pesantren (Kopontren) dengan kegiatan usaha memenuhi kebutuhan sehari-hari santri dan masyarakat sekitar. Selain itu, pesantren juga memiliki usaha pertanian dan peternakan. Namun pengelolaannya masih tradisional, sehingga pesantren kini tengah menjajaki kemungkinan kerjasama dengan kalangan pengusaha untuk mengembangkan potensi tersebut.

Begitu pula. sebagai bagian dari masyarakat sekitarnya, pesantren Miftahuddin tak ingin menjadi laboratorium ilmiah dan tempat pengkaderan saja, tetapi juga ingin menjadi agen pembangunan, terutama sekali dalam memberdayakan masyarakat sekitar. Pemberdayaan itu antara lain, menyangkut upaya untuk meningkatkan pengetahuan agama melalui majelis taklim. Masyarakat Aban Timur yang masih terisolir dengan sistem budaya agraris dan pengetahuan agama yang masih minim, harus diterobos dengan membentuk majelis taklim. Sasaran majelis taklim ini adalah orang tua santri dan masyarakat sekitar.

Selain itu pesantren Miftahuddin juga menggelar program dakwah keliling. Dalam program ini pesantren akan menerjunkan para santri untuk melakukan try out dakwah keliling. Program ini sebagai ajang latihan untuk berhadapanlangsung dengan masyarakat umum. Kegiatan dakwah keliling ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Hal ini terbukti dan makin banyaknya permintaan masyarakat akan petugas khotib dan Imam pada setiap Jumat atau hari besar Islam.

Sumber :
Direktori Pondok Pesantren
Direktorat Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren
Departemen Agama Republik Indonesia

About aklahat

Lahir dan besar di pedalaman Timor Tengah Selatan, tinggal dan bekerja di pinggiran Kota Kupang.

Posted on April 12, 2011, in Sejarah, Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 17 Komentar.

  1. Ketika kami melakukan perjalanan wisata di wilayah ini.
    >> Kegiatan Koperasi cukup besar di wilayakh ini .
    >> menurut catatan sejarah beberapa vektor di sana, Gabrial Isu masuk Islam karena dipenjara.
    >> Perkiraan jumlah penduduk di Kecamatan Oe Ekam sendiri tidak lebih dari 5 ribu jiwa. Di wilayah ini masih banyak penduduk beternak babi.
    >> Penganut Agama islam terbanyak di TTS adalah keturunan Bugis / Makasar.

  2. Bagaimana dengan peranan bbrapa tkoh agama (Muballigh) dari Kab Alor yg sempat di kirimkan e Aban Timur pada masa itu.?

  3. terus berjuanglah untuk islam agar lebih kokoh…

  4. maju trus jangn mengerh slgi enkau msi mmpu

  5. apakah ada rekening donasinya pak? agar rekan-rekan sesama muslim bisa berpartisipasi..

  6. Permisi, Patris Allegro, saya Ahalla Mahasiswa Unair dari Surabaya. dahulu pada tahun 70-80an ayah saya pernah diutus oleh suatu lembaga islam indonesia untuk berrdakwah disana selama kurang lebih 3 bulan, nah kebetulan disana ayah saya kenal baik dengan Gunawan isu/Gabriel Isu. lewat komentar ini, bolehkan saya menanyakan kabar keluarga Gabriel Isu disana. bolehkan saya meminta nama beberapa keluarganya disana bisa lewat nomor kontak, alamat jejaring sosial juga boleh. terima kasih

  7. apakah pak gunawan isu sekarang ini masih hidup??? informasi ini penting bagi saya karena kebetulan saya pingin membuat biografinya

    • Gunawan Isu, setahu saya sudah meninggal. Informasi yang lebih jelas mungkin bisa kontak ke sini: Pondok Pesantren Miftahuddin Oe Ekam
      Jln. Raya Oe Ekam, Kec. Amanuban Timur, Kab. Timor Tengah Selatan, Prop. Nusa Tenggara Timur. 85223
      Telp/HP: 085230333450 a/n AWALUDDIN ISU.

  8. kalau sdh meninggal tolong sebutkan tahun meninggalnya

  9. Terima kasih banyak kawan, atas artikel, membantu untuk pencarian salah satu Ponpes yang berada di NTT.🙂

  1. Ping-balik: TIGA KEBIASAAN LEBARAN DI OEEKAM | Senandung Timor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: