SELAMAT TINGGAL, TARI BONET!

Dulunya Tari Bonet digelar saat masyarakat suku Dawan hendak meminta perlindungaa kepada Tuhan, agar menjaga kesuburan jagung, makananpokoknya, sampai musim panen berikut. Kini, seiring dengan perkembangan zaman, Tari Bonet yang menggunakan alat bantu pertunjukan berupa lesung dan alu, digelar dalam situasi apa pun, mulai dari pernikahan sampai acara menyambut tamu. Suku Dawan merupakansuku besar di Pulau Timor bagian barat. Tersebar di wilayah administrasi Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, dan Timor Tengah Utara.

Oleh masyarakat suku tersebut, tarian ini dipercaya sebagai salah satu khazanah sastra lisan yang masih tersisa di NTT. Selain tiga tarian lainnya, yakni Heta, Tonis, dan Niiii.

Tari Bonet, seperti tarian khas NTT pada umumnya-Lego-Lego di Pulau Alor, Gawi di Pulau Flores-ditarikan dengan cara membentuk lingkaran. Pe-narinya saling bergandengan tangan dan berputar sambil melantunkan pantun dengan syair-syair yang memiliki rimaberulang. Biasanya dipertun-jukkan semalam suntuk.

Bagi suku Dawan, menari dengan membentuk lingkaran sambil bergandengan tangan adalah simbol persatuan dan kesatuan antara tiga subsu-ku Davvan, yakni Amanatun, Amanuban, dan Mollo.

Sampai sekarang tarian ini sudah mulai ditinggalkan, diganti dengan tarian dansa-dansi dengan iringan musik rekaman pop daerah.

Selamat tinggal tarian Bonet

About aklahat

Lahir dan besar di pedalaman Timor Tengah Selatan, tinggal dan bekerja di pinggiran Kota Kupang.

Posted on Juni 15, 2011, in Budaya. Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. ah,,,,,saya rasa masih ada kok tarian Bonet yang dapat kita jumpai di amanuban, amanatun, dan Mollo….
    banyak anak-anak SD yang diajarkan tarian tersebut….oleh para tua-tua adat tentunya,,,,
    something original wont disappear….
    satu lagi…tidak ada suku dawan,,,,,yang ada hanya Atoin Meto…..sebutan dawan sungguh keliru….kami tidak mengenal huruf “w”
    kami menyebut diri kami Atoin Meto….bukan Dawan…..

    • Iya, masih ada sebagai bahan untuk bernostalgia, makanya buru-buru diajarkan, takut benar-benar lenyap. Sekarang yang dijumpai di pesta-pesta Bukan bonet, karena bonet sejatinya menyanyi sambil menari.

  2. kalo bisa di buatkan sanggar tari bonet itu di setiap desa agar dapat menghidupkan kembali tari bonet yang sudah punah tersebut.

    salam satu hati dalam kristus

    • Usul yang bagus, saudara. Sekarang sanggar-sanggar yang ada lebih mengutamakan tarian kreasi perkembangan dari pola-pola dasar tarian etnik kita, termasuk bonet. Kendati demikian, di amanuban Timur misalnya setiap tujuhbelas agustus, selalu ada perlombaan bonet antar sekolah. Ini juga salah satu upaya pelestarian tarian bonet. Terimakasih atas kunjungannya ke sini!

  1. Ping-balik: BONET ORANG DAWAN « Aklahat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: