SEJARAH ISLAM DI KOTA SOE – TTS

 

Masjid di Oeekam, baru selesai direhab (gambar diambil akhir Juli 2011)

Masuk dan berkembangnya agama Islam di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bermula hanya dari 20 kepala keluarga (KK). Dari 20 KK yang berstatus PNS inilah menjadi cikal bakal perkembangan agama Islam di TTS. Saat itu, belum ada masjid satupun sebagai tempat ibadah bagi umat Islam.

Agama Islam masuk dan berkembang di Kabupaten TTS mulai tahun 1951 silam. Karena belum ada tempat ibadah maka Haji Usman L. Paoh, salah satu pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten TTS berkoordinasi dengan Bupati TTS, Kusa Nope meminta agar dibangun sebuah masjid bagi umat Islam sebagai tempat beribadah.

Koordinasi ini membuahkan hasil setelah mendapat restu dari kefetoran Noemeto, saat itu ayah dari Kusa Nope. Disetujuilah pembebasan tanah di Jalan Diponegoro (sekarang) tepatnya dibelakang Toko Mubatar SoE.

Menurut Haji Usman Paoh, setelah pembebasan tanah oleh pemerintah daerah saat itu memberikan bantuan berupa sedikit dana untuk membangun mesjid Nursyada yang terletak di jalan Diponegoro.

Masjid tersebut merupakan masjid pertama yang dibangun di Kabupaten TTS pada tahun 1951 silam. Setelah itu, 14 tahun ke depan umat Islam mulai berkembang pesat ditandai masuknya orang Bugis, Jawa dan Padang ke Kabupaten TTS.

Haji Usman Paoh yang juga mantan Ketua Majelis Ulama selama 27 tahun di
Kabupten TTS mengatakan tahun 1965 kurang lebih 1.000 orang dari pedesaan paling banyak dari Oe’ekam sekarang Kecamatan Amanuban Timur, berkumpul di Niki-Niki (saat ini Kecamatan Amanuban Tengah) dan mereka menyatakan ingin masuk agama Islam. Kurang lebih 1.000 orang yang ingin masuk agama Islam tersiar sampai ke Kupang.

Pemimpin agama Islam di Kupang mengirim kiyai ke Niki-Niki untuk menyadarkan sejumlah orang yang ingin masuk agama Islam. Dari mereka yang ingin masuk agama islam sekitr 17 orang dikirim ke pusat untuk belajar menjadi guru agama Islam.

Kemudian kembali ke Kabupaten TTS dan mulai mengembangkan ajaran Islam dengan membuka pondok pesantren dan tempat pengajian Alquran (TPA), Madrasah. Masyarakat paling banyak masuk agama Islam berada di Oe’ekam.

Makin banyaknya orang masuk agama Islam kata Usman Paoh, membuat pemimpin agama Islam di Kabupaten TTS melaporkan ke pusat mengenai kurangnya tempat ibadah bagi umat Islam. Alhasil, pemerintah pusat mengirimkn bantuan dana untuk membangun sejumlah masjid di
Kabupaten TTS.

Termasuk masjid raya dekat Kantor PT. Telkom SoE yang dibangun tahun 1981 silam. Hingga sekarang jumlah masjid di Kabupaten TTS termasuk di pedalaman hingga kini sebanyak 32 buah begitupun umat Islam yang ada sekarang di Kabupaten TTS terus berkembang hingga sekarang.

Dalam kehidupan sehari-hari, Usman Paoh mengaku bahwa umat Islam tetap berbaur dengan masyarakat lainnya. Tidak ada tempat tinggal atau perkampungan khusus bagi umat Islam. Hal inilah yang membuat kehidupan antar umat Islam dengan umat lain di TTS tetap harmonis hingga sekarang.

Btw, selamat menunaikan ibadah puasa!!

19 thoughts on “SEJARAH ISLAM DI KOTA SOE – TTS

  1. mohon maaf saya didi dari kementerian keuangan. Barusan ada tamu dari oeekam kabupaten timotr tengah selatan. Intinya mo minta sumbangan pembangunan masjid nurul qomar (katanya masjid pertama dan terbesar di oeekam) dan pesantren yatim piatu miftahuddin. Bener ga ada masjid dan pesantren itu? alamat pesantren dan masjidnya di jln utama oeekam kec amanuban. ohya nama kepala desa oeekam nya marthen L Maneis dan nama orang yang datang mukhlis salahudin.

    • didi, saya menjamin kebenaran berita tersebut. Iya, masjid Nurul Qomar terletak di Oeekam, dan merupakan mesjid terbesar di wilayah kabupaten TTS… Jumlah muslim di kawasan Oeekam ini cukup banyak. Pesantren Miftahuddin juga merupakan pesantren terbesar di Pulau Timor. Masjid Nurul Qomar sudah rampung 75%, saya pikir tinggal finishingnya saja.

  2. syalom pak,,,, bagaimana dengan keadaan di oe’ekam,,, bagaimana sampai harus ada masjid di oe’ekam ??

    • Sejarahnya, pernah terjadi konversi besar-besaran tahun 1967, oleh Gabriel Isu, karena unsur politik. Beliau kemudian mengajak keluarga dan kerabat lainnya untuk masuk Islam, kelompok itulah yang kemudian berkembang, perlahan tapi pasti di OeEkam..

  3. assalamu’alikum…. saya Radjab Selan asal Ambon….kalau marga selan di NTT khusus di soe ada berapa banyak KK pak

    • Salam, marga Selan adalah salah satu marga besar di TTS jadi butuh sensus khusus untuk mengetahui berpa jumlah KK yang pasti he he… Salam dari tanah Timor

  4. Syalom dan Selamat Sore utk para pembaca setia.

    Sebelumnya saya berterimakasih kepada penulis sdh membuat ulasan ttg sejarah islam di daerah TTS,yg notabene merupakan kampaung atau tempat kelahiran saya.

    Sebagai warga NKRI saya sedih dan menagis, ketika berada di daerah yg mayoritas ISLAM,,bisa di bayangkan betapa susahnya saudara2 kita yg Agama Kristen ingin beribadah atau pun berkumpul memuji nama Tuhan, selalu tdk diberikan kebebasan beragama, apalagi mau mendapatkan Ijin mendirikan Gereja, sama sekali tdk ada kebijakan dari Pemerintah daerah setempat.

    Bersyukur Saudara2 dari Bugis,Padang dan Jawa,dll bisa mendapatkan kemudahan dan kebebasan beribadah di daerah TTS.,

    Itulah sekilas tanggapan dan gambaran umum yg terjadi dan yg saya alami di perantauan,,mudah2an yg tdk mengalami hal serupa.

    Terimakasih, Tuhan Memberkati..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s