KEMBALIKAN TIMOR SEBAGAI GUDANG TERNAK

Masyarakat Timor Barat sejak turun-temurun menjadikan sapi dan kerbau sebagai bagian dari kehidupan adat istiadat mereka sehari-hari.  Kerbau dan sapi itu pula yang menjadi ukuran kebesaran dan kekayaan seseorang. Kau adalah orang kaya kalau memiliki sapi/kerbau dengan hitungan kandang. Biasanya satu kandang sapi berisi sepuluh sampai duabelas ekor.

Tak ada tradisi beternak. Yang ada adalah penggembalaan. Sabana Timor yang membentang luas menjadi tempat yang tampan untuk penggembalaan.

Konsekuensinya adalah setiap keluarga mesti punya banyak anak. Hal ini untuk mengimbangi jumlah sapi dan kerbau yang terus membengkak. Setiap anak dalam keluarga bertanggungjawab atas satu kandang sapi. Begitu ia menikah dan mandiri kandang beserta isinya menjadi miliknya dan siap diwariskan untuk turunannya.

Kerbau-kerbau itu dibiarkan merumput sepanjang hari dan baru digiring masuk ke kandang pada  senja hari. Pemandangan senja hari adalah iring-iringan gembala sapi/kerbau pulang ke kandang, di sela siluet dan senandung pengiris tuak di atas pohon lontar. Untuk itu, maka di kampong-kampung, hingga sekarang kerbau, sapi dan ternak kecil lainnya dibiarkan berkeliaran mencari makan sendiri. Kebun dan halaman rumah yang justru diberi pagar. Manusialah yang hidup di dalam kandang, sementara ternak bebas.

Dahulu kala, Timor adalah gudang ternak untuk Indonesia. Berdasarkan tuturan lisan, kawasan Babau dulu adalah kawasan penggembalaan sapi. Fetor Babau dan Fetor Bipolo, terkenal dengan sapi dan kerbaunya yang berlimpah. Termasuk kerbau putih yang konon muncul bisa begitu saja dari dalam perairan Teluk Kupang (!) Kedua Fetor ini bahkan sudah menjalin hubungan dengan Australia dalam urusan ternak Sapi dan kerbau.

Sebuah pabrik Pengalengan daging sapi pernah dibangun di Kupang. Tapi setelah tahun 1980-an pabrik itu ditutup. Karena mulai mengenal kehidupan modern, sapi dan kerbau penduduk ditukar dengan sejumlah uang. Tanpa diimbangi dengan intensifikasi peternakan, pada padang-padang Timor kini jarang sekali terdapat Sapi dan kerbau. Kandang-kandang sapi dan kerbau hampir tak ada lagi. Beberapa yang masih punya sapi dan kerbau membiarkan sapinya berkeliaran setelah diberi cap/tanda pengenal.

Kemana sapi dan kerbau Timor ini?

Indonesia sekarang justru mengimpor  sapi dari Australia. Benua Kanguru itu mengekspor sedikitnya 500 ribu sapi per tahun ke Indonesia senilai Aus$ 320 juta (Rp 2,94 triliun). Nilai tersebut sebanyak 43 persen dari total perdagangan hewan hidup Australia ke seluruh dunia.

Akhir-akhir ini ada usaha kerjasama antara pemerintah Daerah NTT dengan Australia: Pengembangan usaha ternak bersama anatara Timor Barat dan Australia Utara. Pemerintah Federal Australia diminta menjadikan Timor Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai daerah distribusi sapi dan daging asal Australia untuk kebutuhan Indonesia. Secara geografis Timor Barat adalah wilayah terdekat dengan Australia Utara dan Barat. Sebagian besar sapi-sapi yang didatangkan dari Australia juga berasal dari dua negara bagian itu, serta memiliki iklim yang hampir sama.

Permintaan itu menyikapi pro-kontra terkait larangan Pemerintah Australia atas desakan asosiasi ternak sapi Australia untuk menghentikan ekspor sapi dari Australia ke Indonesia. Hal itu akibat praktek rumah potong hewan di Indonesia yang dianggap melakukan penganiayaan berat terhadap sapi asal Australia sebelum dibunuh

Sejarah mencatat bahwa hubungan ternak peliharaan sapi dan kerbau antara Timor Barat dan Australia sudah lama terjalin. Bahkan, Pemerintah Australia Utara mengakui kerbau di Australia Utara berasal dari Timor Barat yang dulu dikenal dengan sebutan Banteng Timor.

Bila hal ini bisa terjadi masyarakat Timor Barat akan mengembalikan NTT sebagai gudang ternak untuk Indonesia sebagaimana dahulu kala, bahkan bisa untuk ekspor ke negara lain. Mari kita kembalikan Timor sebagai gudang ternak di Indonesia, Insya Allah!

About aklahat

Lahir dan besar di pedalaman Timor Tengah Selatan, tinggal dan bekerja di pinggiran Kota Kupang.

Posted on September 4, 2011, in Refleksi. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. terima kasih teman… saya selalu ikuti berita di sini… o ya saya kutip dan share juga di Grup Belu Sejahtera buat teman2 saya di sana sebagai masukan buat grup.//

    • Ok teman, salam hangat dari Pulau Timor. Kami menanti buah dari tanah rantau di daerah tempat peradaban dunia dibuai dan dibesarkan, EROPA. Konon, peradaban dunia kita ini dikandung di Afrika, lahir di Asia, besar di Eropa lalu pindah ke Amerika dan pensiun di sana….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: