Akhirnya Jalan Ke Raknamo mulai diperbaiki

Pagi tadi ketika melaju di jalan timor raya, saya terpana ketika memasuki cabang menuju desa Raknamo, kecamatan Amabi oefeto.

Betapa tidak! Jalan raya yang selama ini mengalami borok mengerikan, akhirnya mulai dikerjakan. sebuah Excavator sedang parkir di dekat Gereja GMIT Manusak. Hari ini hari Minggu, tentu saja, para pekerja berlibur.

Walau perkerjaan jalan baru sekitar 500m berlangsung namun tentu hal ini menunjukkan tanda-tanda cerah. Setidaknya kau tak perlu membuang waktu untuk membelok-belokkan sepedamotor menghindari lubang yang menganga, dan dengan demikian jarak tempuh menjadi makin singkat.

Pagi ini Kapela Santu Laurensius Raknamo sedang sepi. Banyak umatnya yang datang ke Pusat Paroki di Taklale km 27 Timor Raya, untuk mengikuti acara pelantikan pengurus-pengurus stasi. Hanya sekitar tigapuluhan orang-tua dan anak-anak yang mengikuti perayaan ekaristi. Misa berlangsung dengan cepat, karena kor yang menyanyi singkat-singkat. Pukul 10.00 aku sudah tiba kembali kerumah. Padahal biasanya aku kembali sekita pukul 12 siang.

Oya tentang jalan tersebut, mungkin inilah satu dampak baik pemindahan ibukota Kupang ke Oelmasi. Prinsip “mendekatkan pelayanan kepada masyarakat”  bisa terasa ada perwujudannya. Mudah-mudahan, kerja jalan ini bukan sekedar menghabiskan anggaran belanja tahunan, tapi benar-benar dikerahkan demi semakin baiknya saran transportasi dari dan ke Amabi Oefeto.

Untuk diketahui, penduduk Raknamo sebagian besar adalah para eks pengungsi Timor Timur. kawasan resettlement di Raknamo dibangun pada tahun 2007 dan hingga sekarang merupakan resettlement expengungsi terbesar di Kabupaten Kupang.

Oya, saya masih terhenyak ketika tadi sempat membaca sebuah intensi untuk Nuno Baros. Lelaki muda tersebut yang hilang dalam sebuah kerusuhan kali lalu ternyata belum juga ada khabarnya, hingga sekarang. Keluarga, sanak kerabatnya ternyata masih terus berharap… Baca kisahnya di sini

About aklahat

Lahir dan besar di pedalaman Timor Tengah Selatan, tinggal dan bekerja di pinggiran Kota Kupang.

Posted on Desember 11, 2011, in Kisah Nyata and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: