Lamunan Sang Pengendara

Contributed by Del Corazon

menuju kebun

Tetes hujan satu persatu jatuh mengenai jalanan. Aku masih terus mempertahankan handle gassepeda motor di 60km per jam. Tak pedulikan rintik yang sedikit menghadang penglihatan, lamunku terbang jauh, meski itu terlalu berbahaya bagi seorang penendara. Aku tak peduli, terus melamunkan kampung kecilku yang jauh terpencil di pedalaman tts, rumah kami yang hampir roboh tertelan usia, pohon-pohon kelapa di pekarangan yang kini tak lagi bias kupanjat, putih warna tanah kan berubah menjadi hijau lumut ketika musim penghujan tiba.

Di awal tahun baru seperti ini, aku tentu masih bersemangat dengan siap sedia menghadiri setiap acara tahun baru yang baik diundang maupun tidak. Disana kan ada dansa hingga fajar menjemputmu menghantarkan kantuk lelap tertidur. di siang hari tidurku kan begitu pulas tak peduli apa tugas utamaku. Di kampung terpencil ini, aku betul-betul melepas semua kepenatan ini, tanpa bunyi raung sepeda motor, tanpa polusi akibat kendaraan, disini aku hanya sebentar mendengar longlong anjing, lalu yang ada hanya jeritan binatang malam membelah kesunyian.

 

…………..

“woi bodok tau nae motor ko sonde….??” Tiba-tiba ada yang berteriak di sampingku, ternyata sepeda motorku hampir “mencium” minibus di depan sehingga sang sopir kesal meneriaki aku. aKu hanya membalas dengan senyuman hangat walau kecut rasanya. Kasihan….bet pung kampung…beta akan tetap sakolah biar suatu saat beta bisa ubah beta pung kampung jadi lebe baek.

Tancap gas…………………….

Kupang to Camplong..PP

About aklahat

Lahir dan besar di pedalaman Timor Tengah Selatan, tinggal dan bekerja di pinggiran Kota Kupang.

Posted on Februari 5, 2012, in Kisah Nyata and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: