Bupati Kupang Rayakan Ekaristi di Gereja Keluarga Kudus Oebelo

Official seal of Kupang Regency

Official Seal of Kupang Regency

Minggu, 12 Februari 2012.Hari masih pagi. Mentari bersinar cerah. Aku menyusuri jalanan Tarus -Noelbaki yang menghijau menuju ke Oebelo. Setelah ekaristi di Kapel Santu Mikhael Penfui, kini umat di Oebelo sedang menunggu untuk perayaan Ekaristi di sana. Aku sudah nyaris terlambat. Kupacu sepedamotor secepat mungkin mengejar ketertinggalan.

Di depan kapel Oebelo, aku terhenyak. Terdengar suara-suara dari pengeras suara dan semua orang sibuk memperhatikan. Apa gerangan? Adakah pastor yang telah lebih dahulu memulai perayaan Ekaristi?

Oh, ternyata ada kunjungan dari Bupati Kupang, Bapak Ayub Titu Eki bersama rombongan. Berdasarkan sms semalam bahwa saya dipastikan akan terlambat, sementara Pak Ayub punya urusan lain pada jam sepuluh nantinya, diputuskan acara sambutan mendahului perayaan Ekaristi.

Ketua Stasi Pak Tome da Silva membeberkan situasi dan kondisi umat Keluarga Kudus Obeleo. Sebagian besar dari mereka adalah mantan pengungsi dari ex kabupaten Lautem. Mereka umumnya bermatapencarian sebagai buruh kasar. Gedung gereja yang telah mereka gunakan selama hampir sepuluhtahun itupun murni bantuan dari donatur. Mereka sungguh mengharapkan bantuan dan perhatian dari pemerintah setempat.

Bapak Bupati dalam sambutannya menegaskan alasan mengapa ia melakukan kunjungan pada hari Minggu, menemui masyarakat di gereja-gereja. Menurutnya, orang Timor umumnya lebih mudah berkumpul bersama di tempat ibadah daripada di tempat lainnya. Selain itu, kedatangannya ke Gereja tidak akan merepotkan masyarakat dengan kesibukan penjemputan dsb. Beliau juga menegaskan bahwa masyarakat Oebelo khususnya hendaknya tetap sehati sejiwa. “jangan membeda-bedakan antara pendatang/eks-pengungsi dengan penduduk lokal. Semuanya adalah sama-sama warga Kabupaten Kupang. Bersama-sama mari kita membangun Kabupaten kita tercinta.”

Pak Bupati juga menjelaskan tentang kesulitan mengatur manajemen pemerintahan. “Wilayah kabupaten Kupang hampir seluas Provinsi Bali. Dengan kucuran dana yang tidak seberapa dari pemerintah pusat, kami mesti berjuang keras agar pembangunan bisa terus berjalan. Mudah-mudahan ke depan Kabupaten Kupang akan semakin maju dan sejahtera.”

Kami lantas bersama-sama merayakan Ekaristi. Pak Ayub yang berasal dari Gereja Kristen GMIT tetap mengikuti perayaan dengan khidmat, walaupun, setahu saya, beliau ada janjian ketemu dengan tamunya tepat pukul 1o. pagi ini.

Perayaan ekaristi diakhiri dengan salam-salaman di depan kapel. Pak Ayub bersama rombongan lantas menuju ke Kupang. Oia, tentu ada sumbangan untuk kapel ini. Tadi sumbangan yang ditutup rapi dalam amplop, diserahkan kepada ketua stasi Oebelo. Mudah-mudahan sumbangan itu dapat digunakan untuk perkembangan Gereja Stasi Oebelo.

Terik mentari di jalanan TImor Raya yang ramai, menghantar aku kembali ke rumah. Selamat Hari Minggu semua!

About aklahat

Lahir dan besar di pedalaman Timor Tengah Selatan, tinggal dan bekerja di pinggiran Kota Kupang.

Posted on Februari 12, 2012, in Kisah Nyata and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Gambaran kurang mengenakan tentang kesulitan dan penderitaan umat di Oebelo yang membuat kita jengkel, sedih, marah janganlah dilihat dari sisi negatifnya saja, marilah kita lihat juga dari kaca mata iman yang justru mengungkapkan kerinduan hati akan keselamatan dan cinta …sering-seringlah berkunjung Bapak Bupati..Masyarakat Oebelo dengan senang hati menunggu Bapak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: