Frans Seda Award: “Untuk Tuhan Dan Tanah Air”

 

 

“Kepergiannya pada saat menjelang ulang tahun emas Atma Jaya membawa pesan yang sangat jelas: Pekerjaan masih banyak. Cita-cita yang mulia, mengabdi Tuhan dan Tanah Air, harus diteruskan..”

 

Demikian petikan bagian penutup riwayat hidup Frans Seda yang dibacakan pada saat penghormatan terakhir kepada beliau, pendiri dan perintis Atma Jaya, di kampus yang didirikan dan dirawatnya dengan keringat, air mata, dan hatinya. 

 

Kini saatnya Atma Jaya mengambil peran dan tampil untuk meneruskan pekerjaan mengabdi Tuhan dan Tanah Air yang masih banyak itu untuk menggenapi cita-cita mulia Frans Seda. Atma Jaya harus menemukan, mendukung, dan mengapresiasi sebanyak-banyaknya warga bangsa yang berkomitmen untuk mengabdi Tuhan dan Tanah Air layaknya yang dilakukan Frans Seda. Inilah ide dasar diusulkannya kegiatan “Frans Seda Award”.

 

 

Dengan melaksanakan kegiatan “Frans Seda Award”, maka Atma Jaya telah mengambil sedikit peran dalam pengabdian “untuk Tuhan dan Tanah Air”, yakni dengan menemukan, mendukung dan mengapresiasi sebanyak-banyaknya warga bangsa yang berkomitmen untuk mengabdi Tuhan dan Tanah Air. Atas penghargaan yang diberikan oleh Atma Jaya bagi mereka yang telah mendedikasikan dirinya “untuk Tuhan dan Tanah Air”, harapannya semakin banyak orang yang terinspirasi atas semangat dan cita mulia Frans Seda serta mengenangkannya dalam karya nyata. Dengan demikian kita akan terus mengenang jasanya bagi Atma Jaya dan negeri ini sekaligus terus mengobarkan semangat pengabdian “untuk Tuhan dan Tanah Air” sesuai inspirasi dan semangat Frans Seda.

 

Ada pun kegiatan in diadakan dengan berbagai tujuan berikut:

 

1. Mengenang dan menghargai “warisan” Frans Seda bagi Atma Jaya, dalam suatu kegiatan konkrit yang memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia;

 

2. Menghargai para warga negara yang telah melakukan karya nyata yang berdampak positif bagi bangsa dan negara;

 

3. Menginspirasi semakin banyak warga bangsa untuk senantiasa melaksanakan karya nyata, dengan mendedikasikan diri “untuk Tuhan dan Tanah Air” sebagaimana layaknya semangat dan cita-cita mulia Frans Seda.

 

Baca lebih lanjut tentang Frans Seda Award

Lihat juga Frans Seda Menurut Emil Salim.

About aklahat

Lahir dan besar di pedalaman Timor Tengah Selatan, tinggal dan bekerja di pinggiran Kota Kupang.

Posted on April 12, 2012, in Budaya and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: