“Maldeamores”: Cinta Memang Gila!

Maldeamores

Maldeamores adalah sebuah film dari Puerto Rico yang baru saja kutonton. Film ini terdiri dari tiga cerita yang dipadukan dalam satu film. Masing-masing ceritanya adalah sebagai berikut:

Pertama:

Sepasang suami istri Ismael (Luis Guzman) dan Lourdes (Teresa Hernández) pergi melayat nenek Lourdes yang meninggal dunia. Dalam perjalanan, sementara Lourdes terisak-isak karena sedih akibat kepulangan neneknya, Ismael malah sedang menderita tekanan batin memikirkan selingkuhannya yang sudah hamil. Malangnya lagi selingkuhan itu adalah saudara sepupu Lourdes, Tati (Edna Lee Figueroa). Ismaelito (Fernando Tarrazo) putera mereka lain lagi, sedang kecewa karena tak bisa mengikuti pertandingan baseball karena harus pulang menjenguk jenazah buyutnya. Di tengah perjalanan pulang, mendekati rumah duka, Ismael ijin sebentar, hendak beres-beres di kamar mandi umum (tentunya karena akan segera bertemu dengan selingkuhannya di tempat duka) sementara Lourdes bertambah stress karena menurutnya semua orang tidak mengerti perasaannya. Pada saat menunggu Ismael, adik Ismael, Mucho (Norman Santiago) datang dan menceritakan perihal perselingkuhan Ismael. Lourdes bertambah marah, menurunkan Ismaelito dari mobil dan bergegas membawa mobil menuju rumah duka, segera menemui Tati dan dan membombardirnya dengan pertanyaan yang berujung pada perkelahian di tempat duka, ckckck. Ismael yang sadar bahwa istrinya tahu perihal perselingkuhan itu dari Mucho, memarahi adiknya dan keduanya pun terlibat dalam perkelahian. Ismaelito bingung. Berlari ke tempat duka dan menemui ibunya. Ketika ibunya mengharapkan jawaban dari sang anak adalah tidak tentang perselingkuhan itu justru Ismaelito mengiyakan. Lourdes menempeleng anaknya gara-gara jawaban ya itu. Sementara mereka pergi menguburkan sang nenek, Ismael dan Tati malah kabur.

Kedua:

Seorang lelaki muda Robeltain (Roberto Roman) yang dimanja ibunya, menyandera Marta (Dolores Pedro), gadis impiannya. Marta adalah sopir wanita berkulit hitam. Ia disandera di atas bis kota, dengan satu permintaan untuk segera menikah. “Nikahi saya, atau saya akan menmbak kepala saya dengan pistol ini”. Tentu saja, dengan todongan pistol seperti itu semua penumpang ketakutan. Polisi mengepung namun lelaki muda itu bergeming. Dia menyuruh polisi memanggil pastor untuk segera menikahkan dia dengan Marta. Pastor datang, masuk ke dalam bis dan menemui para penumpang yang ketakutan. Ia mencoba menjelaskan pada Robertain bahwa perkawinan itu sakral dan tak bisa dipaksakan. Namun lelaki muda itu malah menodongkan pistolnya ke arah pastor. Ketakutan, pastor memulai kata-kata institusi pernikahan. Saat itulah ibu Robertain yang dihubungi polisi memanggil dari pengeras suara. Lelaki muda itu menghentikan pastor dan mendengarkan ibunya (anak mami sih :)) Ketika ia kembali pastor sudah menodongkan pistol kepadanya. Karena tak mau menyerah juga akhirnya Robertain itu mati tertembak ….

Ketiga:

Flora (Silvia Brito) sudah bercerai dengan suaminya Pellin (Miguel Ángel Álvarez) tigapuluh tahun yang lalu dan kini tinggal serumah dengan suami barunya Cirilo (Chavito Marrero). Keduanya sudah lanjut usia dan bahkan tidur pisah ranjang karena Cirilo tak mampu lagi menjalankan tugasnya sebagai suami.  Suatu hari Pellin yang merindukan Flora diantar oleh anak perempuannya di rumah Flora. Cirilo sangat cemburu dan tidak mau membiarkan Pellin mantan suami istrinya tinggal  bersama mereka. Namun sang istri tetap saja ngotot, karena sesungguhnya ia masih mencintai Pellin. Dengan segala cara Cirillo berusaha agar Pellin tidak betah berada di rumah itu, walau sebenarnya rumah itu milik Pellin ketika masih beristrikan Flora. Flora sesungguhnya mencintai kedua-duanya. Pada malam ulangtahunnya mereka minum sampai mabuk. Cirillo yang saking mabuknya hingga tak bisa berjalan di ajak dibawa ke kamar tidur. Sesudah mengucapkan selamat malam, Flora kembali menemui Pellin dan keduanya mengulang masa indah perkawinan mereka dulu. Cinta segitiga yang aneh!

Menonton film ini, mampu menyadarkan kita betapa cinta itu bisa membuat orang bertindak tanpa nalar sama sekali. Yang diandalkan cuma passion, bukan ratio. Namun dilain pihak, ketiga cerita dalam film ini menegaskan bahwa jatuh cinta itu sejuta rasanya, rame rasanya. Saya menganjurkan film ini ditonton oleh orang-orang muda yang lagi jatuh cinta. Mudah-mudahan dalam situasi falling in love, emosi dan nalar tetap seia sekata….:)

sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Maldeamores

A curious love triangle, a crumbling marriage, and a tense hostage situation highlight director and co-screenwriter Carlos Ruíz Ruíz’s melancholy tale of interconnecting lives in contemporary Puerto Rico. As the lonely souls of this Caribbean Sea commonwealth struggle to find love and companionship in an ocean of despair, passion continually overpowers reason and passions ignite.

(http://www.moviefone.com/movie/maldeamores-lovesickness/33213/synopsis)

Directed by Carlos Ruíz Ruíz
Mariem Pérez Riera
Produced by Luillo Ruíz
Written by Jorge Gonzáles
Carlos Ruíz Ruíz
Starring Luis Guzmán
Miguel Ángel Álvarez
Chavito Marrero
Silvia Brito
Release date(s) April 27, 2007 (Tribeca)
September 2007 (Puerto Rico)
Country Puerto Rico
Language Spanish

About aklahat

Lahir dan besar di pedalaman Timor Tengah Selatan, tinggal dan bekerja di pinggiran Kota Kupang.

Posted on April 23, 2012, in Resensi and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: