Peluncuran Jurnal Sastra Flobamora #SANTARANG

Dalam aroma kebersahajaan dan ugahari, malam tadi, Sabtu 12 Mei 2012, Jurnal Sastra Santarang akhirnya diluncurkan untuk menjadi konsumsi publik. Jurnal ini merupakan hasil kreasi para sastrawan muda NTT plus para peminat sastra di NTT. Bermula dari kegelisahan para kawula muda perihal kurangnya media di wilayah NTT yang sanggup menampung ide-ide kreatif dan gila mereka, lalu disepakati bersama untuk membuat sebuah jurnal. Kalau ada nama sebesar Horison, kenapa tak ada makhluk mungil lainnya untuk menampung karya para sastrawan muda tersebut?

Ketika Taman Nostalgia sedang berdentum oleh musik keras entah kemeriahan acara apa, sekelompok orang menyepi di penginapan Keuskupan Agung Kupang, bersama bergembira karena karya mereka akhirnya diterbitkan dan menjadi konsumsi publik. Malam ini hadir Bapak Dr Marsel Roboth sesepuh Dusun Flobamora. Selain anggota Dusun Flobamora, hadir pula undangan lain seperti para guru dan Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia, mahasiswa peminat sastra dan kelompok-kelompok sastra sekota Kupang. Turut hadir juga para insan pers; dari Pos Kupang, Timor Ekspress, TVRI dan Antara.

Acara dikemas dengan bersahaja, ala suasana dusun di Flobamora. Pion Ratuloly yang memandu acara mula-muala mengajak hadirin untuk berdoa. Doa ini dipimpin secara bersama oleh Abdul Jou dan Janu Gonzaga. Kepala Dusun Rm Amanche Franck Oe Ninu menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus menjelaskan makna Santarang. Selanjutnya diselingi dengan pembacaan puisi-puisi Jurnal Santarang yang terbit sejak awal Mei ini dilauncing. Semua peserta berdiri dan memegang hasil cetakan seukuran buku tulis tersebut dan Bapak Marsel Roboth menyatakan secara resmi bahwa Jurnal tersebut boleh dikonsumsi khalayak umum.

Christian DIcky Senda membacakan sepilihan puisi dari kumpulan puisisnya yang baru saja terbit CERAH HATI2. Sebelumnya, penulis muda asal Kapan Molo Utara TTS ini sudah menerbitkan pula kumpulan puisi lainnya dengan judul yang sama CERAH HATI. Ischak Sonlay dan Mario F Lawi, kedua peserta Temu Sastrawan Indonesia IV di Ternate ikut membacakan puisi. Isack membacakan puisinya sendiri sedang Mario membacakan puisi temannya yang baru digauli selama berada di Ternate tempo hari.

Suasana Dusun kembali terasa dengan hidangan yang disajikan malam itu. Pisang rebus, ubi dan jagung goreng. Setelah bertukar gagasan dengan para peserta malam itu akhirnya masing-masing kembali dengan senyum dan penuh rasa syukur. Pak JB Kleden yang sempat hadir menyatakan akan bersedia membantu kelanjutan hidup Santarang. Menurut beliau Jurnal Sastra ini pun adalah karya intelektual. Sastra bukan cuma imaji yang mengawang-awang, tetapi adalah pertemuan dengan realita dengan sedikit entuhan imajinasi pribadi. Karena itu seorang sastrawan juga adalah seorang inteletual. Bapak Paul Tokan dari Antara pun menyatakan dukungannya terhadap Jurnal Sastra Santarang.

Santarang, adalah akronim dari Sabana, Lontar dan Karang, cirikhas lingkungan hidup di NTT. Sebagaimana dijelaskan Kepala Dusun, Pilihan nama ini punya filosofi tersendiri. Sabana yang tetap bertahan dimusim kemarau, Lontar yang serbaguna, hingga karang yang kokoh dan tegar menantang hempasan gelombang.

Akhirnya launching Jurnal ini baru merupakan awal dari sebuah perjalanan panjang. Mudah-mudahan kehadiran Jurnal Sastra ini memberi sesuatu yang baik untuk orang banyak. Tak perlulah menjadi oase di tengah padang pasir. Cukuplah menjadi setetes embun di pagi hari. Proficiat para anggota Dusun Flobamora. Maju terus!

About aklahat

Lahir dan besar di pedalaman Timor Tengah Selatan, tinggal dan bekerja di pinggiran Kota Kupang.

Posted on Mei 13, 2012, in Budaya and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: