Inspiring Sunset #Oesapa

Seharian kota Kupang diguyur hujan. Cukup lebat, dan menyebabkan banjir di mana-mana. Memang setelah hujan pertama 18 September yang lalu, Kota Kupang mengalami kegerahan luar biasa. Konon, derajat celcius sampai menunjukkan angka empatpuluh. Agak hiperbolis namun begitulah puncak kemarau di Kupang, pagi tadi: panas setahun dibalas dengan hujan sehari.
Seharian karena hujan, aku mendekam dalam kamar. Hingga ketika senja tiba, cuaca agak cerah. Aku memacu sepedamotorku keluar. Mula-mula aku berencana ke Lasiana, pantai kebanggaan, menanti sunset di sana. Tiba di pertigaan masuk Lasiana, aku mengubah niatku. Sunset di Lasiana tak seindah yang dari Oesapa. Aku mengubah haluan menuju pantai Oesapa.
Agaknya aku terlambat. Mentari sudah tenggelam menyisakan rerona jingga cerah pada gemawan dan pendar ombak selepas pantai. Seperti biasa, sudah banyak orang berjejer di tepi pantai menonton momen indah ini. Beberapa saung di tepi jalan padat terisi. Aku memarkir sepeda dan beristirahat sejenak. Mentari sudah tak ada lagi, sayang!
Tiga orang gadis, mungkin mahasiswi, di sebelahku asyik memotret dengan kamera ponsel. Dengan berbagai gaya, sambil memutar lagu dari mesin yang sama. “Senja ini senja kita semua. Let’s rejoice!” aku membatin.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

About aklahat

Lahir dan besar di pedalaman Timor Tengah Selatan, tinggal dan bekerja di pinggiran Kota Kupang.

Posted on November 19, 2012, in Refleksi and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: