PILGUB NTT2013: minus malum, Pilih Keburukan Terkecil

Dua hari lagi menuju Senin, 18 Maret 2013, dan kita orang NTT memilih Gubernur. Sudah ada lima paket yang menyatakan diri sebagai yang paling baik untuk menempati jabatan tersebut. Orang-orang itu sudah bekerja keras dengan segalamacam cara yang mungkin, untuk meyakinkan kita bahwa mereka itu pantas menjadi pemimpin di NTT. Terus, kita diharapkan memberi suara, sehingga dari perolehan suara terbanyak, mereka sah mengklaim sebagai yang dicalonkan rakyat.

Nah, yang pusing justru kita-kita yang harus memilih. Pengalaman kita membuktikan bahwa tidak selamanya kata-kata itu sejalan dengan perbuatan. Orang bisa berkata A dan berbuat B. Atau sebaliknya. Bisa saja seseorang banyak berkata-kata tapi kenyataannya tidak berbuat apa-apa. Atau Sama sekali tidak berkata-kata tetapi banyak sekali berbuat sesuatu. Selama masa kampanye, mungkin kita mendapat berbagai macam janji dan iming-iming yang menarik. Mimpi-mimpi yang indah tentang masa depan NTT tercinta. Peluang-peluang terbuka bagi kemajuan NTT. Sayangnya, semua itu bisa tercapai HANYA dan JIKA HANYA, Paket blablabla itu yang kita jadikan pemimpin dan bukan yang lain.

Tentu saja, tidak semua calon itu menghadapkan kita pada pilihan sulit. Ada banyak kemudahan bagi kita untuk melacak dan menilai masing-masing paket. Persoalannya adalah kalau kita harus memilih yang terbaik dari yang baik itu. Bukankah lima paket yang ditawarkan kepada kita itu adalah paket-paket yang terbaik dari semua paket yang selama ini berjuang untuk diakui sebagai kandidat?

Terus, apakah mereka sama sekali tak punya kejelekan? Pasti, selagi mereka itu masih manusia yang sama seperti kita, bukan? Mereka pasti tidak mempan dari tujuh dosa pokok aka the seven cardinal sins. Mereka masing-masing pasti punya keburukan tertentu, yang tentu saja ditutupi oleh masing-masing, tapi dibeberkan oleh pihak lain.

Nah, pada titik ini, jangan hanya terpesona pada keunggulan sebuah paket. Lihat juga kelemahan paket tersebut. Manakah dari kelima paket itu, yang kelemahannya paling bisa ditolerir? Itulah paket yang layak menjadi pemimpin. Tapi kalau kau terlanjur berhutang, entah hutang emas, hutang budi, hutang darah, hutang nyawa, saya pikir Anda memang telah masuk dalam perangkap. Nikmati saja perangkapmu itu! IMHO, bebas memilih itu Luka!

About aklahat

Lahir dan besar di pedalaman Timor Tengah Selatan, tinggal dan bekerja di pinggiran Kota Kupang.

Posted on Maret 16, 2013, in Refleksi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: