Dari Batugade ke Manatuto

Hari sudah malam ketika kami memasuki kota Dili. Sebelumnya, kami sempat beristirahat di Maubara, makan sore di pantai Maubara. Panitia yang menjemput kami ternyata menyediakan pula makan siang, yang dimakan terlambat. Tapi kami tetap senang. Berjalan dalam rombongan besar memang punya suka duka tersendiri. Makan sambil menikmati debur ombak pantai Maubara, dan juga sempat mengambil foto-foto di situ.

Perjalanan dilanjutkan menuju Dili. Sepanjang jalan tadi ada begitu banyak titik di mana diadakan pengerjaan perbaikan jalan. Debu putih berhamburan di mana-mana. Masuk Liquica rupa mereka yang ada di mobil pick-up sudah nyaris tak dikenal, akibat debu tadi.

Di Liquica, pada sebuah SPBU bus-bus yang jumlahnya sampai sepuluh itu mengantri mengisi BBM. Matahari telah hilang di ufuk cakrawala. Kami masih terus menyusuri pantai melanjutkan perjalanan. Masih kira-kira tiga empat jam lagi, kata ketua rombongan.

Makan siang di sore hari, Maubara

Makan siang di sore hari, Maubara

Masuk Kota Dili, ketika malam telah sempurna. Dengan dikawal mobil patroli polisi kami menyusuri jalan protokol dari barat hingga ke Timur. Kota Dili yang temaram itu segera dilalui. Sempat ditunjukkan kepada saya sebuah monumen di dekat pintu masuk Kota Dili, “Ini presiden kami!” Pasti ini Patungnya Nicolao Lobato itu, batin saya.

Setelah berjuang dikawal policia membelah kota Dili, tepat di atas bukit, sebelah Mercado Becora kami beristirahat sejenak.  Kami akan memulai sesi perjalanan berikutnya: Dili – Manatuto.

Menikmati indahnya pantai Maubara

Menikmati indahnya pantai Maubara

Di sebuah SPBU Liquica

Di sebuah SPBU Liquica

DSC_1857 DSC_1855

Mobil-rombongan

Mobil-rombongan

Dari Dili Ke Manatuto

Saya sudah lelah, mengantuk dan tertidur. Lagu-lagu portu mengalun dari tape mobil. Di luar gelap. Sesekali ada rumah dengan lampu bernyala. Selebihnya adalah hutan. Karena belum pernah ke Manatuto maka saya tidak bisa membayangkan bagaimana jauhnya perjalanan malam ini. Mobil terus berkelok mengikuti tanjakan-tanjakan sampai akhirnya tiba di sebuah tempat rata. Rupanya kami hampir tiba. Ada penjemputan di sini. Spanduk bertuliskan Bem Vindo, dan keramaian musik memperdengarkan lagu Mai Falie. Ternyata lagu ini dikenal juga di Timor Leste, dalam bahasa Tetum tentunya, selama ini saya kira cuma di Rote saja.

Di tempat yang kemudian saya ketahu bernama Obrato itu (Obrato Grill Fish) kami dibadi menjadi dua kelompok untuk tempat penginapan nanti di Manatuto. Saya dan Romo Jefri mendapat penginapan di suku Sau, sedangkan Romo Yono dan Pater John akan menginap di Belebato. Setelah semua urusan pembagian penginapan selesai, kami melanjutkan perjalanan. Kali ini di sepanjang jalan ada hiasan dari bambu dan daun kelapa, orang-orang berdiri melambaikan tangan di depan rumah masing-masing (padahal sudah hampir jam duabelas waktu Timor Leste), sepanjang hampir duakilometer kami disambut dielu-elukan hingga kami mendekati Gedung Gereja. Kumpulan masa membludak di sana. Bus berhenti dan kami masuk menemui Pastor Paroki, Padre Martinho, yang segera menyalami kami dengan erat.

DSC_1886

Pastor Paroki Pe Martinho Gusmao yang ramah

DSC_1899

Dapat selendang dan topi

DSC_1907

capek dan lelah

DSC_1926

Terimakasih. Banyak cerita dari orang ini tentang adat istiadat Timor Leste, khususnya Manatuto

DSC_1930

makan malam dengan iringan live musik

Setelah berbasa-basi sejenak dengan Romo Martinho kami pulang ke penginapan. Di sana pun banyak orang sudah berkumpul untuk menerima kami. Kami disambut dengan selendang dan topi bergambar warna-warni bendera Timor Leste. Jam satu malam. Kami makan malam. Lalu tidur. Betapa lelahnya perjalanan Kupang, Atambua, Dili Manatuto. DSC_1927

Obrato, tempat kami dijemput dan diarak masuk ke Manatuto

Obrato, tempat kami dijemput dan diarak masuk ke Manatuto

Masih banyak lagi kegiatan di Manatuto nanti, perayaan besar Bicenenario 2015.

About aklahat

Lahir dan besar di pedalaman Timor Tengah Selatan, tinggal dan bekerja di pinggiran Kota Kupang.

Posted on Juni 26, 2015, in Refleksi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: