Arsip Blog

Nino Konis Santana National Park Timor-Leste

Akhirnya pada bulan Agustus 2007, lima tahun sesudah merdeka, Negeri Timor Leste menyatakan Taman Nasional pertamanya: Nino Konis Santana National Park. Ini sebuah khabar gembira untuk para pencinta lingkungan hidup. Taman nasional pertama di Timor Leste itu akan melindungi bermacam spesies endemik Timor yang terancam punah.

Negeri yang baru saja lepas dari penjajahan itu, kendatipun memiliki sumber minyak dan gas yang berlimpah toh masih terdaftar sebagai salah satu negeri termiskin di dunia. Tentu saja. Namanya juga baru merdeka. Namun langkah ini, mendeklarasikan satu suakamargasatwa adalah sebuah langkah spektakuler dan patut diacungkan jempol. ” Suatu suatu keputusan prospektif bagi negara yang masih belia”. Demikian ungkap Dr Mike Rands. Kepala Eksekutif Birdlife ini juga menyatakan salut atas komitmen Timor Leste untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup  dan tradisi lokal masyarakat.

Close to Tutuala/Timor-Leste. Today part of Ni...

Close to Tutuala/Timor-Leste. Today part of Nino Konis Santana National park. At the picture a Fatu, a cliff, typical for Timor. Deutsch: Nahe dem Dorf Tutuala/Osttimor. Heute Teil des Nino Konis Santana Nationalparks. Im Bild eine Fatu, eine für Timor charakteristische steile Klippe. (Photo credit: Wikipedia)

Nino Konis Santana National Park –seluas lebih dari 123,600 hektar- menggabungkan tiga dari enambelas habitat burung di Pulau Timor: Lore; Monte Paitchau and Danau Iralalara; serta Pulau Jaco.

Taman Nasional tersebut juga meliputi lebih dari 55,600 hektar “Segitiga Koral”, sebuah kawasan laut dengan biodiversitas koral dan ikan karang tertinggi di dunia.

Tercakup pula di dalamnya  25 burung spesies endemik Timor dan pulau-pulau sekitar. Salah satu spesies tersebut adalah Kakatua Paruh Kuning yang terancam Punah (berstatus Critically Endangered). Populasinya menurun drastis karena sering diburu untuk diperjualbelikan. Taman Nino Konis juga adalah habitat dari Merpati-hijau Timor  yang berstatus Endangered karena hilangnya hutan hujan di pulau Timor.

Fakta paling mencolok adalah bahwa pada Taman Nasional Nino Konis Santana, orang dapat bertemu dengan jajaran habitat yang tak terputus langsung dari kehidupan pesisir laut ke hutan hijau nan subur, yang merupakan pengalaman langka dibanding dengan tempat lainnya di dunia.

Nama Taman Nasional ini sebagai penghargaan terhadap  Nino Konis Santana, pahlawan nasional dan mantan Komandan FALANTIL (Forcas Armadas da Libertacao Nacional de Timor-Leste), yang lahir di desa Tutuala dalam kawasan taman tersebut.

tutuala looking back south/east timor – panoramio photo

jaco beach

Kakatua Kuning

Live to Write - Write to Live

Professional writers talk about the craft and business of writing

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

JNYnita

Justisia Nafsi Yunita

What an Amazing World!

seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Cerita Aku Untuk Dunia

Cukup dengan membagi hal yang kecil kepada orang lain kamu akan mendapatkan kebahagian yang luar biasa :)

JalanBlog

www.jalanblog.wordpress.com

Nadhirah!

Jika tak menulis, kau kan benar-benar tiada setelah meninggalkan dunia..

Anima Education

For Information on current and upcoming Anima Education courses

Tuhan dan kita

Perjalanan kepada puisi

Anisa's special lecturer candidates

usaha dan berdoa adalah buah dari keberhasilan

Twin Lover's World (Nora Panai)

Tidak Akan Ada Lagi Namamu Dalam Cerita

wisata dieng

Paradise of Indonesia

Segores Tinta Coemi

Just everything about something unique, valuable, and wonderful

..just a journal of an ancient knowledge

xenology - astrology - meta science - ocultism - local wisdom

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.568 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: