Arsip Blog

Senyap di Kota Kupang, Tertinggal Bunyi Petasan

Natal sudah dilalui beberapa hari lalu. Kota Kupang mulai lengang. Rupanya banyak mahasiswa mulai mudik. Kesibukan belanja di pertokoan mulai menurun.

Kupang Sunset

Kupang Sunset - NeilsPhotography via Flickr

Hujan turun namun tak begitu lebat. Banyak orang masih mengeluhkan panasnya hawa Kupang.

Beberapa hari lagi menjelang tahun baru 2012. Bunyi petasan makin marak terdengar. Kata Mas Gunawan Muhammad, kebisingan ini ternyata bukanlah pertanda sukacita. Alih-alih suatu tanda keserakahan manusia: keserakahan telinga. *Who cares?*

Dalam misa malam Natal himbauan dari Polda NTT kepada seluruh masyarakat NTT adalah (salahsatunya) dilarang membunyikan petasan. Ini dibacakan di mimbar segera setelah usai kebaktian. Di Kefamenanu Timor Tengah Utara, malah para polisi turun memeriksa toko-toko. Miras dan petasan yang tak punya ijin disita.

Tetap saja bunyi petasan, meriam bambu dan semarak kembang api terus mewarnai Kota Kupang dan sekitarnya. Mungkin Pak Polisi salah. Pak Gunawan Muhammad apalagi. Sukacita artinya kebisingan. Ketika Kupang semakin lengang karena ditinggal mudik, hanya bunyi petasan yang sanggup menyelamatkan kesepian.

Selamat menyongsong Tahun Baru!

Masuk Bengkel AHASS: Hati Pun perlu Ikut Direparasi

Kuda tunggangan setia

Pukul sepuluh siang. Dan mentari tak sanggup menembus batas awan. Hujan gerimis erus membasahi kota Kupang. Hari ini kupikir sebaiknya ke Bengkel Ahass Honda, memperbaiki kerusakan sepeda motorku yang kupaksa menempuh perjalanan 15o km bolak-balik.

Dengan tubuh yang nyaris basah kuyup karena tak bermantel aku mendorong sepeda Revo yang rantainya mulai longgar itu memasuki pelataran Bengkel Ahass Kuanino Kupang. Sepi. Cuma ada dua sepeda motor di situ yang sedang diutak-atik petugas. Bunyi derum mesin dan mesin las bersahut-sahutan.

Masuk bengkel adalah niscaya, suatu rutinitas saban bulandemi menjaga kenyamanan berkendara. Aku merasakan setirsi Revo semakin berat, tangkai kaca spionnya bengkok karena pernah jatuh tersungkur akibat jalan berkerakal, dan mesinnya butuh pelumas.

Setelah menanti kurang lebih satu jam, akhirnya si Revo selesai didandani. Rantainya diganti dengan yang baru. Roda belakang yang mulai “botak” ikut diganti. Si Revo siap meluncur mengantar aku ke tempat tugas, pelayanan Natal.

Seperti sepeda motor yang butuh perawatan rutin demikian jugalah hati manusia. Rutinitas hidup membuat hati kita menjadi aus dan butuh penyegaran. Butuh ganti minyak pelumas, dan pembersihan saringan udara. Hati yang penuh dengan refleksi rutin seperti ini niscaya menjadi hati yang bening. Secara khusus dalam persiapan menyongsong kedatangan Tahun yang Baru, aku ingin bertanya kepada pembaca sekalian, “Sudahkah hatimu kau masukkan ke bengkel?”

Hujan masih terus mengguyur kota Kupang ketika aku meluncur kembali ke rumah. Selamat menyongsong Natal dan Tahun Baru, ingat jangan terlalu main petasan. Berbahaya!

erniraster

the way to share my soul

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

JNYNITA

your Friendly Dentist

What an Amazing World!

seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Cerita Aku Untuk Dunia

Cukup dengan membagi hal yang kecil kepada orang lain kamu akan mendapatkan kebahagian yang luar biasa :)

JalanBlog

www.jalanblog.wordpress.com

Nadhirah!

Jika tak menulis, kau kan benar-benar tiada setelah meninggalkan dunia..

Anima Education

For Information on current and upcoming Anima Education courses

Scribo Ergo Sum

Perjalanan kepada puisi

Anisa Ma'watunnisa

usaha dan berdoa adalah buah dari keberhasilan

Twin Lover's World (Nora Panai)

Tidak Akan Ada Lagi Namamu Dalam Cerita

wisata dieng

Paradise of Indonesia

Segores Tinta Coemi

Just everything about something unique, valuable, and wonderful

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.610 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: