Arsip Blog

Tiilangga: Topi Cowboy dari Ujung Selatan Indonesia

Me and the Tiilangga

Perayaan pesta keluarga Seminari Tinggi Santu Mikhael Kupang dan Pesta Perak Imamat RD Valens Boy berlangsung meriah. Yang unik dalam perayaan ini adalah ketika seluruh anggota komunitas dan para imam konselebran mengenakan pakaian tradisional daerah masing-masing. Yubilaris Romo Valens tampil dengan busana panglima perang Biboki, lengkap dengan pedang di pinggang. Hampir seluruh etnis di Nusa tenggara Timur terwakilkan dalam malam perayaan ini. Plus asesoris tradisional dari papua yang dipakai oleh frater yang pernah menjalankan tugas pastoralnya di Keuskupan Merauke.

Corak perayaan seperti ini menegaskan betapa eratnya hubungan iman dan kebudayaan. Ada asumsi teologis bahwa misteri inkarnasi justru adalah sebuah usaha inkulturasi antara “budaya” Tuhan dan “budaya” manusia. Kebudayaan manusiawi hendak diresapi oleh nilai-nilai Injil demi kebaikan dan kebahagiaan  manusia itu sendiri.

Saya sendiri meskipun bukan kelahiran Rote, pulau terselatan Indonesia itu, bahkan belum sekalipun menginjakkan kaki di tanah Rote, mencoba mengenakan pakaian tradisional dari Rote, lengkapa dengan topi “cowboy”nya: tiilangga. Sebenarnya saya ingin tahu bagaimana “rasanya” mengenakan topi tradisional yang kesohor itu. Beruntung, sebuah keluarga kenalan saya mau meminjamkan pakaian tradisional tersebut. Hasilnya, banyak teman yang meminta difoto juga dengan mengenakan topi tradisional tersebut.

Meskipun saya belum sempat mewawancarai beberapa orang Rote sendiri perihal topi tradisional tersebut, namun beberapa tulisan yang saya baca menjelaskan sedikit tentang topi kesohor itu.

Tiilangga adalah topi tradisional dari anyaman daun lontar,  berbentuk melingkar dengan sebuah tanduk kecil berdiri tegak di atasnya. Tanduk ini sering disebut pula dengan istilah antena. Antena ini terdiri dari anyaman bertingkat Sembilan. . Ada filosofi di balik rancangannya teramat dalam dan menarik. Kesembilan lekukan pada antena yang menancap diartikan sebagai sembilan strata dalam pemerintahan yang berkuasa di Rote pada masa silam.

Strata social dimulai dari golongan masyarakat biasa yang mereka lambangkan dengan lekukan terkecil di paling atas. Sementara raja atau kepala pemerintahan disimbolkan pada lekukan yang lebih besar, di bagian dasar topi.

Lekukan melingkar menyimbolkan dukungan mereka terhadap segala kebijakan atau peraturan yang dikeluarkan raja atau pemerintah yang berkuasa. Ini pun ditegaskan dengan bentuk antena yang tegak, sebagai simbol kepemimpinan.

Seperti topi umumnya, makna dari topi tradisional ini adalah sama yaitu sebagai penutup kepala bagi lelaki dari Pulau Rote. Tiilangga juga diyakini mampu mengubah tampilan mereka menjadi lebih gagah. Sejak dulu sampai sekarang, Tiilangga tetap dikenakan oleh para lelaki dari semua kalangan.  Saat mereka menghadiri acara adat, menghadiri acara di kantor pemerintahan, tampil menari di upacara, Tiilangga menempel di kepala termasuk saat mereka hendak pergi ke kebun atau sawah.

Bandingkan dengan topi “cowboy” dari Texas :)

Cowboys

erniraster

the way to share my soul

Live to Write - Write to Live

We live to write and write to live ... professional writers talk about the craft and business of writing

SAVING MY MEMORIES

another home of my mind

JNYNITA

Justisia Nafsi Yunita

What an Amazing World!

seeing, feeling and exploring places and cultures of the world

Life Fire

Man Jadda Wajada | Dreams will be achieved when we truly believe in our heart ˆ⌣ˆ

Cerita Aku Untuk Dunia

Cukup dengan membagi hal yang kecil kepada orang lain kamu akan mendapatkan kebahagian yang luar biasa :)

JalanBlog

www.jalanblog.wordpress.com

Nadhirah!

Jika tak menulis, kau kan benar-benar tiada setelah meninggalkan dunia..

Anima Education

For Information on current and upcoming Anima Education courses

Scribo Ergo Sum

Perjalanan kepada puisi

Anisa Ma'watunnisa

usaha dan berdoa adalah buah dari keberhasilan

Twin Lover's World (Nora Panai)

Tidak Akan Ada Lagi Namamu Dalam Cerita

wisata dieng

Paradise of Indonesia

Segores Tinta Coemi

Just everything about something unique, valuable, and wonderful

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.610 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: